Nasional

Masyarakat Antusias Ikut Mapakerti  Ayuning Danu di Danau Batur dan Beratan
Diterbitkan: 8 Maret 2026, 22:06

BANGLI, FORUMKEADILANBali.com – Upacara Mapakerti Ayuning Danu di Danau Batur, Kintamani, Bangli, dan di Danau Beratan, Baturiti, Tabanan, Minggu (8/3/2026) dilaksanakan secara bersamaan.

Selain pakelem, upacaca juga diisi penebaran bibit ikan, bersih-bersih, dan penanaman pohon khusus upacara.

Untuk di Tabanan, acara dimulai pukul 09.30 Wita ditandai penanaman tujuh pohon cempaka dan sandat di luar Puru Ulun Danu Beratan, Bedugul, Tabanan. Mereka menanam pohon di antaranya Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Ketua PHDI Pusat Mayjen TNI (Pur.) Wisnu Bawa Tenaya, dan Ketua Umum Darma Santi Nasional Marsda TNI (Pur.) I Made Susila Adnyana. Sebelum pakelem, peserta Mapakerti Ayuning Danu yakni para pejabat, pengurus PHDI, WHDI, PNS dan masyarakat Bali, sembahyang di Pura Ulundanu Beratan.

Dalam kesempatan itu, Wabup Tabanan I Made Dirga mengungkapkan upacara Mapakerti Ayuning Danu merupakan Yadnya yang memiliki makna sangat mendalam dalam ajaran Hindu. Upacara ini merupakan ungkapan rasa bakti dan syukur umat manusia ke hadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa dalam menifestasinya sebagai Dewa Wisnu berstana pada sumber-sumber air. Dalam kehidupan masyarakat Bali, danau atau air merupakan sumber utama kehidupan. Tak hanya sebagai kebutuhan dasar manusia tapi juga sebagai sumber kehidupan pertanian, lingkungan dan seluruh eskosistem alam. ’’Dalam upacara Mapakerti Ayuning Danu umat Hindu memohon agar air tetap suci dan lestari. Alam semesta senantiasa berada dalam keseimbangan dan kehidupan manusia dianugerahi kerahayuan dan kesejahteraan.

Ketua PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya menambahkan sumber-sumber air, terutama danau, mesti dijaga dengan baik karena umat manusia lahir dari unsur air. Dengan air jernih dan udara bersih sangat membantu masyarakat luas dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Baca Juga :  <strong>Pemkot Denpasar Pelajari  Model Penerimaan Kunjungan Tamu dan Tata Kelola Inovasi Publikasi Pariwisata Heritage di Yogyakarta</strong>

Ketua Umum Dharma Santi Nasional, I Made Susila Adnya menyampaikan puji syukur karena seluruh rangkaian acara menyambut hari suci Nyepi ini berjalan aman dan lancar. Masyarakat tumpah-ruah menghadiri upacara ini, bahkan di Danau Batur hingga mencapai 5.000 krama atau warga. Upacara Mapakerti Ayuning Danu sengaja digelar di dua danau besar ini, tanpa mengabaikan danau yang lain, karena memberi penghidupan yang luar biasa bagi masyarakat Bali.

Dia berharap upacara semacam ini digelar secara berkelanjutan sehingga upaya melestarian sumber-sumber air benar-benar tercapai.

Sedangkan di Bangli, kegiatan dipimpin Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta bersama Wakil Bupati I Wayan Diar dihadiri Forkopimda, termasuk Kapolres dan Dandim. Acara dimulai dengan aksi bersih sampah di empat titik kawasan danau yakni di jaba Pura Ulun Danu Songan, Pura Jati, Dermaga Kedisan, serta Desa Trunyan. Sebanyak 5.000 lebih peserta antusias mengikuti kegiatan ini. Setelah bersih-bersih, acara dilanjutkan dengan mapakelem di Pura Ulun Danu Songan, Batur, Kintamani, dan terakhir muspa bersama.

Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta mengatakan kegiatan ini bagian dari gerakan nasional kebersihan lingkungan dimulai sejak sepekan lalu. Jika sebelumnya difokuskan pada pembersihan sungai, maka kali ini kegiatan dilakukan secara menyeluruh di kawasan Danau Batur.

Kegiatan juga dirangkaikan penebaran 10 ribu benih ikan nila, serta penuangan sekitar seribu liter ecoenzym ke perairan danau untuk membantu menjaga kualitas air. Upaya ini diharapkan dapat mendukung kelestarian ekosistem Danau Batur sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.

Bupati Sedana Arta menegaskan Danau Batur memiliki peran penting sebagai sumber air bagi Pulau Bali, sehingga kelestariannya harus dijaga secara bersama-sama. (fkb)

Shares: