Nasional

Pemkot Denpasar Resmikan Rumah Singgah, Jadi Ruang Konsultasi, Perlindungan Perempuan dan Anak
Diterbitkan: 19 Februari 2026, 17:04

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Denpasar mengoperasikan Rumah Singgah, di Jalan Gatot Subroto IVF.

Keberadaan Rumah Singgah ini diharapkan mampu menjadi ruang  konsultasi, ruang bermain, hingga ruang edukasi, terutama perempuan dan anak. Hal ini disampaikan Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa saat meninjau Rumah Singgah, Kamis (19/2/2026).

”Masyarakat Denpasar punya tempat pelayanan yang ramah untuk perempuan dan anak khususnya kesehatan mental. Diharapkan Rumah Singgah dapat dimanfaatkan dengan baik masyarakat Denpasar,” katanya.

Selain meninjau Rumah Singgah, acara digelar serangkaian HUT ke-238 Kota Denpasar tersebut diselaingi gebyar pelayanan KB dan konseling gratis bekerja sama dengan BKKBN Provinsi Bali.

Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Denpasar I Gusti Agung Sri Wetrawati menyampaikan seluruh rangkaian kegiatan dilangsungkan salah satu upaya Pemkot Denpasar memberikan rasa aman bagi perempuan dan anak dan mewujudkan keluarga berkualitas, melalui pelayanan KB gratis. ”Pelayanan KB hasil kerjasama Pemkot Denpasar dengan BKKBN Provinsi Bali. Ini menciptakan pertumbuhan penduduk seimbang di Kota Denpasar,” katanya.

Ketika ditanya keberadaan Rumah Singgah, Sri Wetrawati menjelaskan, jika terdapat anak-anak gejala kurang gizi di Denpasar, akan diarahkan ke Rumah Singgah. Terutama para orang tua dapat berkonsultasi lebih intens tentang stunting di Rumah Singgah.

Sri Wetrawati menjelaskan Rumah Singgah akan dilengkapi ahli gizi, dokter, psikolog, dan lainnya. Selain menangani kasus stunting, Rumah Singgah juga memfasilitasi pendampingan psikolog, terutama terkait kesehatan mental. “Kita tahu bahwa kasus bunuh diri di Bali sekarang paling tinggi di Indonesia. Jika di sekolah dan masyarakat ditemukan keluarga menunjukkan gejala gangguan depresi bisa dirujuk ke sini, dan bisa melalui link Denpasar Menyama Bagia,” imbuhnya. (pas)

Baca Juga :  Bupati dan Wabup Badung Tinjau Proyek Jalan Lingkar Barat, Percepat Solusi Kemacetan Badung Selatan dan Tengah
Shares: