Nasional

Percantik Wajah Pusat Kota, Pemkot Denpasar Prioritaskan Tata Kawasan Gajah Mada
Diterbitkan: 4 Agustus 2026, 19:23

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Pemerintah Kota Denpasar terus mematangkan rencana penataan wajah pusat kota guna menghadirkan kawasan perkotaan lebih tertata, menarik, nyaman, serta mampu menjadi penggerak aktivitas ekonomi lokal. Saat ini, tahapan persiapan penataan telah mulai dilakukan pihak kontraktor.

Penataan akan menyasar sejumlah titik menjadi landmark dan bagian penting dari wajah pusat Kota Denpasar. Di antaranya kawasan Catur Muka, penataan kawasan Lonceng, Patung Kuda, Simpang Puri Pemecutan, Simpang Tambrin, serta kawasan Suci. Mengingat kawasan tersebut memiliki nilai sejarah dan karakter yang kuat, penataannya membutuhkan perencanaan yang detail dan matang.

Hal ini disampaikan Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara disela-sela diskusi  di Bhineka Djaya, Selasa (4/8/2026).

Walikota Jaya Negara mengundang sejumlah seniman Kota Denpasar, di antaranya Putu Marmar Herayukti atau akrab disapa Marmar Herayukti dan I Komang Gede Sentana Putra, atau yang biasa disapa Kedux, untuk memberikan masukan dan pandangan terkait konsep penataan tersebut.

Pelibatan seniman ini dimaksudkan agar penataan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik. Namun mampu memperkuat karakter, identitas, dan estetika Kota Denpasar.

Jaya Negara menekankan, titik-titik strategis di pusat kota diharapkan dapat menjadi landmark baru yang representatif, sekaligus memberikan kesan wajah kota yang lebih segar dan hidup. ”Penataan ini kita harapkan dapat menghadirkan wajah pusat Kota Denpasar yang lebih baru, tetapi tetap memiliki karakter dan tidak meninggalkan sejarah yang sudah ada. Masukan dari para seniman sangat penting dalam proses penataan ini,” ujar Jaya Negara.

Penataan Gajah Mada akan melibatkan pemilik toko di Jalan Gajah Mada. Pemkot Denpasar telah berkomunikasi dan berdiskusi dengan para pemilik toko berada di sepanjang kawasan tersebut. “Penataan akan mencakup wajah kawasan serta pedestrian, dengan harapan kawasan Gajah Mada selama ini menjadi salah satu kawasan bersejarah di Denpasar dapat kembali hidup dan menjadi ruang kota yang menarik bagi masyarakat,” ungkapnua.

Baca Juga :  Kolaborasi Pentahelix Perkuat Legalitas Usaha dan Kepatuhan Investasi di Bangli

Jaya Negara megatakan selama dilakukan penataan, Pemerintah Kota Denpasar akan menyediakan mobil listrik  untuk membantu  masyarakat yang berkunjung  di  jalan Gajah Mada. Sehingga masyarakat tidak parkir sepanjang Jalan Gajah Mada. Karena kendaraan listrik terus keliling.

Para pemilik toko pada prinsipnya menyatakan dukungan terhadap rencana tersebut. Salah satunya pemilik Toko Bhineka Djaya, Wirawan Tjahjadi menyambut baik rencana penataan wajah kota, khususnya sepanjang Jalan Gajah Mada. ”Kami setuju adanya penataan wajah kota, terutama sepanjang Jalan Gajah Mada untuk menjadi percontohan, dan bagian depan toko kami siap digunakan,” ungkapnya.

Menurutnya, penataan kawasan tersebut dapat memberikan suasana baru sekaligus mendorong kembali aktivitas masyarakat di pusat kota.

Seniman Kota Denpasar, I Komang Gede Sentana Putra atau Keduk menyatakan dukungannya terhadap rencana penataan pusat kota. Menurutnya, wajah kota memang perlu dirawat dan ditata secara berkala, namun tetap mempertahankan nilai sejarah yang melekat pada kawasan tersebut. ”Secara pribadi saya mendukung. Wajah kota wajib di-maintenance, bukan diganti secara total. Karena di dalamnya ada sejarah awal terbentuknya kota. Kalau ada penataan, kami mendukung karena bisa mengangkat kota dan ekonomi lokal,” ujarnya. (pas)

Shares: