DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Sebanyak 68 satuan pendidikan jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah, Sekolah Luar Biasa (SLB) dan Kesetaraan mulai tanggal 13-30 April 2026 mengikuti proses visitasi akreditasi tahap pertama.
Puluhan asesor dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Pendidikan Anak Usia Dini ( BAN-PDM) Propinsi Bali dilibatkan dalam visitasi tersebut. Sekolah yang beruntung menjadi sasaran visitasi tahap pertama tersebut telah memenuhi persyaratan diantaranya sekolah baru yang belum terakreditasi namun segera meluluskan siswanya, sasaran visitasi tahun 2025, namun tidak jadi divisitasi, serta sekolah yang tidak terakreditasi selama 2 tahun terkahir.
Informasi yang berhasil dikumpulkan di Sekretariat BAN-PDM Bali menyebutkan, dari 68 sekolah yang menjadi sasaran tahap pertama tersebut terdiri dari jenjang Dasmen sebanyak 43 Satuan yang tersebar hampir di seluruh Kabupaten/Kota di Bali. Kesetaraan sebanyak 20 satuan yang tersebar hampir di seluruh kabupaten/kota serta Sekolah Luar Biasa 5 satuan. Sedangkan sekolah dengan Perjanjian Kerja Sama atau SPK saat ini tengah dilakukan proses pra visitasi dengan jumlah satuan sebanyak 13 buah. Untuk SPK, jadwal pelaksanaan sedang disusun sekaligus menunggu hasil pelaksanaan pra visitasi.
Pelaksanaan visitasi hingga akhir minggu pertama berjalan lancar, aman dan tidak ditemukan kendala berpotensi menggaggu proses dan hasil visitasi di masing-masing sekolah. Para asesor menjalankan tugas sesuai jadwal, melakukan validasi, klarifikasi dokumen sekolah dengan menggunakan tehnik triangulasi data. ”Hingga saat ini kami belum menerima laporan kendala yang berpotensi mengganggu proses visitasi. Semuanya berjalan naman dan lancar,” kata Ketua BAN-PDM Propinsi Bali Dr. Ni Wayan Mudiarni, M.Pd., saat dihubungi beberapa waktu lalu.
Hal yang sama diungkapkan Sekretaris BAN-PDM Propinsi Bali, Prof. Dr. Ida Ayu Made Sri Widiastuti, M.Pd., M.Hum., dan anggotanya Drs. I Wayan Suwira, M.Pd., M.Si.,
Dayu Widia maupun Suwira mengaku pelaksanaan visitasi tahap pertama berjalan lancar. ”Informasi yang kami terima dari teman-teman asesor serta laporan yang disampaikan, pelaksanaan visitasi hingga saat ini berjalan lancar,” ujar Widya dan dibenarkan Suwira.
Di tempat terpisah sejumlah asesor ketika dimintai konfirmasinya membenarkan pelaksanaan visitasi tahap pertama berjalan baik. Tidak ditemukan kendala berarti yang memungkinkan mengganggu pelaksanaan visitasi di sekolah. Sukses pelaksanaan visitasi di sejumlah sekolah tersebut tidak terlepas dari kordinasi dan komunikasi antara pihak sekolah dengan tim dari BAN-PDM Bali yang telah melaksanakan sosialiasi pelaksanaan akreditasi mulai dari pra-visitasi hingga pelaksanaan visitasi di sekolah sasaran. ”Proses penggalian data, pengumpulan informasi dan telaah dokumen melibatkan warga sekolah, kami laksanakan sesuai prosedur. Prosesnya berjalan lancar dan tidak ada kendala,” ungkap Gusti Ketut Anom, S.Pd., salah seorang asesor ketika dihubungi, Jumat (17/4/2026).
Ketua BAN-PDM Bali, Dr. Ni Wayan Mudiarni, M.Pd berharap asesor yang ditugaskan melakukan visitasi ke sekolah sasaran tetap menjaga profesionalisme dengan selalu berpegang teguh pada etika, norma dan panduan pelaksanaan akreditasi yang telah ditetapkan BAN-PDM. Bersikap professional, asesor harus memahami instrument akreditasi yang digunakan secara komprehensif. Taat pada etika dan norma, asesor harus mampu menjauhkan diri dari perilaku negatif berpotensi mereduksi nama baik diri sendiri dan nama lembaga. ”Kami yakin, teman-teman asesor diberikan kepercayaan melakukan penilaian ke sekolah adalah orang yang benar-benar professional, selalu mematuhi etika dan norma yang telah disepakati,” tegas Mudiarni seraya menambahkan jika asesor telah menjalankan tugas dengan professional, maka hasil akreditasi benar-benar akan menampilkan kondisi yang sebenarnya. (jel)

