KLUNGKUNG, FORUMKEADILANBali.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung terus memperkuat komitmennya memajukan dunia pendidikan sejak usia dini. Komitmen tersebut ditegaskan melalui peluncuran kegiatan “Gebyar Mahottama” sekaligus launching Wajib Belajar Kolaborasi Lintas Jenjang Pendidikan diresmikan Bupati Klungkung, I Made Satria didampingi Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya di Lapangan Umum Dawan, Kecamatan Dawan, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan serangkaian peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai wujud semangat kebersamaan dan persatuan. Gebyar Mahottama merupakan payung besar dari serangkaian kegiatan strategis, meliputi launching Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah, lomba cerdas cermat, lomba mewarnai tingkat TK dan SD, hingga jalan sehat kolaborasi lintas jenjang pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA.

BERBAUR – Bupati Klungkung, I Made Satria berbaur dengan siswa jalan santai usai meluncurkan kegiatan “Gebyar Mahottama” sekaligus launching Wajib Belajar Kolaborasi Lintas Jenjang Pendidikan di Lapangan Umum Dawan, Kecamatan Dawan, Sabtu (3/10/2026). (foto : dw)
Dalam sambutannya, Bupati Satria menegaskan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bukan sekadar tempat bermain atau menitipkan anak sebelum masuk sekolah dasar. Lebih dari itu, PAUD merupakan fondasi krusial dalam membangun kemampuan berkomunikasi, bersosialisasi, belajar mandiri, serta menanamkan nilai-nilai kehidupan dan karakter sejak dini. Selain itu, Wajib Belajar 1 tahun Prasekolah harus dimulai sejak usia dini, khususnya bagi anak usia 5 hingga 6 tahun, guna memastikan mereka memperoleh layanan PAUD yang berkualitas sebagai bekal utama memasuki pendidikan dasar. “Saya menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini, dan mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menyukseskan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah,” ujar Bupati Satria.
Bupati Satria menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri karena keberhasilan pembangunan pendidikan memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh pemangku kepentingan. Peran orang tua dinilai menjadi elemen paling vital dalam gerakan ini, yakni melalui pendampingan, pemberian teladan, pembangunan kebiasaan baik, serta penciptaan lingkungan rumah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak. “Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, saya optimis cita-cita Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah dapat diwujudkan demi melahirkan generasi emas Kabupaten Klungkung yang cerdas, mandiri, berdaya, berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Dewa Ayu Sri Pudjiastuti, menyampaikan kegiatan ini berlangsung selama satu hari penuh melibatkan ribuan peserta dari berbagai jenjang pendidikan.
Ia menjelaskan peserta yang ikut sebanyak 1.330 orang, terdiri atas 510 murid TK, 500 murid SD, 270 murid SMP, dan 50 siswa SMA. Kegiatan ini dihadiri 357 pendidik dan tenaga kependidikan TK dan SD se-Kecamatan Dawan, sehingga total keseluruhan peserta yang memadati lokasi mencapai 1.887 orang. “Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat positif bagi kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Klungkung,” ungkapnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali I Nyoman Suwirta, Pj. Sekda Klungkung I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya dan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Klungkung I Ketut Sujana. (pas)

