DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar melaksanakan 10 paket proyek strategis di wilayah Denpasar mulai Juni hingga Desember 2026 ini.
Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Denpasar, Dr. Ir. I Gede Cipta Sudewa Atmaja, S.T., M.T., IPU., Jumat (10/7/2026), mengatakan Dinas PUPR Denpasar dipercaya melaksanakan 10 paket proyek strategis, dua diantaranya ada di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar. Sedangkan 8 proyek strategis lainnya dilaksanakan Dinas PUPR yakni pertama, pembangunan Gedung Poliklinik RSUD Wangaya Kota Denpasar pemenangnya PT Suwirta Manis Kecap SO dengan nilai kontrak Rp97,9 miliar. Kedua, proyek jalan dan penataan kawasan pusat kota pemenang tender PT Tanuwijaya Karya dengan nilai Rp79,5 miliar lebih dan sudah tandatangani kontrak mulai 8 Juli 2026 dan diharapkan selesai pekerjaan 18 Desember 2026. Ketiga, rekontruksi, peningkatan jalan dan pembuatan trotoar Jl. Tangkuban Perahu, Kecamatan Denpasar Barat pemenang tender PT Dawan Sakti nilai kontrak Rp37 miliar lebih, dan penggarapan proyek mulai 10 Juni dan selesai 21 Desember 2026. Keempat, rekontruksi kawasan Jalan Suradipa pemenang tender PT Pramana Raharja dengan nilai kontrak Rp17,5 miliar, dan mulai kontrak 9 Juni dan selesai penggarapan proyek 5 Desember 2026. Kelima, rekontruksi jalan dan pembangunan trotoar Jl. Pulau Saelus pemenang tender CV Garuda Mas Mesari nilai kontrak Rp13,1 miliar lebih dan sudah menandatangani kontrak mulai 15 Juni serta proyek rampung pada 11 Desember 2026.
Keenam, Penataan dan pendestrian Jl. Hangtuah saat ini dalam proses tender dan sudah ada pemenang tinggal menunggu SPPJ dan nilai kontrak Rp13 miliar lebih. Bahkan sudah menandatangani kontrak tanggal 20 Juni sampai 16 Desember 2026. Ketujuh, penataan jalan dan pendestrian kawasan Sanur melanjutkan dari tahun sebelumnya senilai Rp23,9 miliar sudah menandatangani kontrak per 8 Juli dan proyek berakhir 16 Desember 2026. Kedelapan, penataan kawasan Jl. Tukad Badung, Denpasar Selatan nilai proyek Rp9 miliar lebih, dan sudah tandatangani kontrak per 19 Juni hingga 15 Desember 2026.
Cipta Sudewa menjelaskan, dari delapan proyek strategis yang dipercayakan penangannya ke Dinas PUPR Kota Denpasar mengerucut kedua paket proyek paling fenomenal di Kota Denpasar, karena menyita perhatian masyarakat. Terutama pembangunan Poliklinik RSUD Wangaya Kota Denpasar, di mana proyek tersebut ada keinginan Bapak Walikota Denpasar IGN Jaya Negara meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Denpasar. ”Kami harapkan dengan pelaksanaan pembangunan Piliklinik RSUD Wangaya tersebut, masyarakat Kota Denpasar terutama pelayanan Kesehatan dapat ditingkatkan,’’ harap Cipta Sudewa.
Selain proyek Poliklinik RSUD Wangaya, lanjut Cipta Sudewa, proyek penataan pusat kota karena juga keinginan Bapak Walikota Denpasar jangan sampai pusat Kota Denpasat mengalami penurunan kualitas lingkungan. Mengapa dilakukan penataan kawasan pusat Kota Denpasar, karena ada tiga fungsi kawasan bertolak belakang. Pertama, fungsi kawasan sebagai pusat pemerintahan Kantor Walikota dan sekitarnya. Kedua, kawasan perdagangan jasa Jl. Gajah Mada, Jl. Hasanudin dan Jl. Tamrin. Ketiga, Kawasan heritage Adalah Jl. Tamrin, Jl. Gajah Mada dan Jl. Veteran. Tiga fungsi ruang berbeda dalam satu kawasan itu perlu penanganan khusus. ”Kalau kita tidak lakukan penataan dengan baik akan berdampak pada penurunan kualitas lingkungan, dan wajah kota sesuai visi dan misi Kota Denpasar Kota Kreatif menuju Denpasar Maju fungsinya diwujudkan misi satu dan empat. Misi satu, Dinas PUPR mengurangi kemiskinan, dan misi keempat adalah pembangunan berlandaskan Tri Hita Kaaran,’’ ujar Cipta Sudewa.
Lebih lanjut, Cipta Sudewa memaparkan, penataan kota dimulai dari Simpang Suci Jl. Hasanudin dan ada penataan Patung Puri Pemecutan. Dilanjutkan ke Jl. Tamrin sampai simpang Jl. Sutomo-Jl. Wahidin dan Jl. Gajah Mada, belok ke kalan sampai di simpang Jl. Sulawesi sampai di Patung Catur Muka. Sementara di Jl. Sumatera hanya peningkatkan kualitas jalan dengan aspal. Sedangkan diluar itu dilakukan penataan, pendestrian termasuk pebaikan trotoar dan tampilan bangunan, sehingga wajah Kota Denpasar terutama yang ada di pusat kota menjadi lebih indah dan tertata rapi. ”Pekerjaan di pusat kota ini tidak bisa diselesaikan dalam satu tahun anggaran. Astungkar Bapak Walikota Denpasar berkomitmen melanjutkan di tahun anggaran berikutnya. Dilaksanakan dua tahun anggaran karena sebagian anggaran di tahun 2026 diarahkan ke pengeolahan sampah atau PSEL,’’ jelas Kadis Perkim dan Pertanahan Kota Denpasar ini. (pas)

