Nasional

Wawali Arya Wibawa Apresiasi Meranggi Festival, Jadi Ruang Pelestarian Budaya dan Kreativitas Seni Penjor Mini
Diterbitkan: 10 Juli 2026, 17:40

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Meranggi Festival digelar Seka Teruna Yowana Dharma Laksana, Banjar Meranggi, Desa Kesiman Petilan, Denpasar Timur, Kamis (9/7/2026).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Anggota DPRD Provinsi Bali Anak Agung Gede Agung Suyoga, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Denpasar.

Wawali Arya Wibawa meninjau karya peserta lomba Penjor Mini, menyerahkan penghargaan kepada para pemenang, sekaligus memberikan bantuan dana kepada panitia.

Arya Wibawa mengapresiasi kreativitas para peserta mampu menghadirkan karya dengan detail artistik, konsep, tema, dan narasi yang kuat. Menurutnya, Meranggi Festival tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi media pembelajaran untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni tradisi Bali. “Kami sangat bangga melihat kreativitas generasi muda dalam berkarya melalui seni Penjor Mini. Kegiatan seperti ini harus terus dilestarikan dan diberikan ruang untuk berkembang,” ujar Arya Wibawa.

Sementara Ketua Seka Teruna Yowana Dharma Laksana, Kadek Yoga Febrian Ramartha menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar dan Desa Kesiman Petilan atas dukungan terus diberikan terhadap kegiatan kepemudaan. Ia berharap lomba Penjor Mini dapat menjadi agenda lebih luas, bahkan terintegrasi dalam rangkaian Kesiman Festival maupun festival budaya yang diselenggarakan Pemerintah Kota Denpasar sebagai wadah berkelanjutan bagi kreativitas generasi muda.

Ia menjelaskan, lomba Penjor Mini tahun ini diikuti 24 peserta dari berbagai daerah di Bali, bahkan turut menarik peserta dari luar Pulau Bali. Berdasarkan penilaian dewan juri, karya-karya yang ditampilkan memiliki kualitas tinggi dengan detail yang rapi dan presisi. Selain menjadi ajang pelestarian budaya, penjor mini juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai cenderamata khas Bali yang bernilai seni dan ekonomi, sehingga mampu memperkenalkan tradisi Bali kepada wisatawan dalam bentuk yang lebih praktis.

Baca Juga :  Wabup Tjok Surya Komitmen Klungkung Optimalkan PAD Lewat Sinergi Pajak Pusat dan Daerah

Pada kesempatan tersebut, tim Dom Bungkil berhasil meraih juara I, disusul Aik Jabrik sebagai juara II, dan I Kadek Juana Putra merebut juara III. Sementara harapan I I Putu Wahyu Saputra, h II diraih I Nyoman Juliastika, dan harapan III direbut Demen Mamenjor.

Yoga menambahkan, Banjar Meranggi sendiri dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam pelestarian budaya dengan berbagai prestasi pada lomba penjor tingkat desa maupun Kota Denpasar.  “Melalui festival ini diharapkan lahir regenerasi seniman muda yang tidak hanya mampu menjaga kelestarian tradisi, tetapi juga mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis budaya Bali,” ujar Yoga. (pas)

Shares: