DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Sekretaris Daerah Kota Denpasar, yang juga Ketua Kelompok Kerja Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya menjadi narasumber siswa peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sekaligus menutup MPLS di SMK PGRI 5 Denpasar, Jumat, (17/7/2026).
Eddy Mulya mengajak seluruh siswa peserta MPLS SMK PGRI 5 Denpasar memdalami keadaban digital atau populer dengan istilah digital citizenship merupakan sebuah pendekatan atau kemampuan menggunakan teknologi secara bijak, etis, dan bertanggung jawab.
Kehadirannya di berbagai sekolah pada MPLS ini, kata Eddy Mulya, menjadi komitmen dan kewajiban guna memproklamasikan, mengedukasi, dan menyampaikan bagaimana kita menciptakan sekolah dengan basis budaya yang aman, sehat, dan nyaman.
Ia mengungkapkan satu topik penting lainnya, yakni seluruh siswa saat ini berada di era adaptasi perubahan, era globalisasi, dan era digitalisasi. Seperti pesan sering disampaikan, pihaknya mengajak menghadapi proses globalisasi dan digitalisasi ini dengan sangat bijak, termasuk di dalamnya aspek-aspek digitalisasi. ”Saya ingin mengajak adik-adik semua, mari kita jadikan SMK PGRI 5 Denpasar ini sebagai percontohan keadaban digital (digital citizenship),” ungkapnya.
Eddy Mulya memaparkan, definisi keadaban digital ini sebenarnya sangat mudah dan ringan. Ketika berhadapan dengan era dan arus globalisasi ini, keadaban digital dapat dijadikan sebuah pendekatan atau kemampuan untuk menggunakan teknologi secara bijak, etis, dan bertanggung jawab.
Pemanfaatan teknologi digital ini menjadi sangat efektif, lanjut Eddy Mulya, para siswa harus bisa menerapkannya di sepanjang waktu persekolahan, di rumah, di masyarakat, dan di mana saja berada. “Saya mengajak menggunakan teknologi digital seperti gawai (HP), laptop, komputer (personal computer), hingga iPad secara bijak,” tegasnya.
Eddy Mulya berpesan manfaatkanlah berbagai media sosial dengan bijak. Begitu pula saat para siswa berada di kelas nanti, baik dalam menggunakan e-learning, menyusun PowerPoint, maupun aktivitas digital lainnya. Pihaknya sangat berharap semuanya dimanfaatkan dengan bijak. ”Saya menitipkan topik keadaban digital ini secara khusus kepada ibu kepala sekolah dan kepada guru Teknologi Informasi (TI/IT) di sekolah ini. Kita semua dapat bergerak cepat memanfaatkan teknologi terkini, namun tetap mempertahankan identitas bahwa SMK PGRI 5 Denpasar adalah sekolah percontohan keadaban digital,” katanya.
Ia menjelaskan sekolah akan menjadi sekolah teristimewa ketika mampu menjadi pelopor keadaban digital, serta menjadi percontohan bagi sekolah dengan budaya yang Sehat, Aman, dan Nyaman (BASN). Salah satu poin penting membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman tersebut adalah melalui penerapan keadaban digital. Masa MPLS SMK PGRI 5 Denpasar resmi ditutup. ”Saya berharap adik-adik mendapatkan kesan teristimewa di sekolah ini. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan siap untuk memasuki tahun ajaran baru pada minggu depan,” ucapnya.
Sementara Kepala SMK PGRI 5 Denpasar, Nuning Kurniawati mengucap terima kasih sebesar-besarnya atas kesediaan hadirnya Sekda Denpasar Eddy Mulya untuk memberikan motivasi dan menutup kegiatan MPLS di SMK PGRI 5 Denpasar. “MPLS SMK PGRI 5 Denpasar diharapkan dapat melahirkan generasi yang selain unggul dalam bidang akademik, juga berkarakter dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman khususnya di keadaban digitalisasi,” ujarnya. (pas)

