DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Parade Gong Kebyar dan Baleganjur se-Kota Denpasar dibuka Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Jumat (23/10/2026).
Pembukaan ditandai penyerahan piagam penghargaan kepada perwakilan peserta yang akan menampilkan kemampuan terbaiknya. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 23–24 Oktober 2026, ini diikuti 16 seka, terdiri atas delapan seka gong kebyar dan delapan seka baleganjur.
Dalam kesempatan tersebut dilaksanakan penyerahan dana pembinaan sebesar Rp35 juta untuk seka gong kebyar dan Rp25 juta untuk seka baleganjur sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian dan pengembangan seni budaya di Kota Denpasar. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kebudayaan Nasional dan Hari Sumpah Pemuda di Kota Denpasar diharapkan mampu mendorong kreativitas dan inovasi seni di kalangan generasi muda.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, usai membuka lomba mengatakan Parade Gong Kebyar dan Baleganjur se-Kota Denpasar wahana kreativitas dan aktivitas inovatif generasi muda dalam melestarikan seni dan budaya Bali, khususnya seni karawitan.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menampilkan keindahan dan kekuatan seni Baleganjur, tetapi menjadi ajang pembinaan bagi para peserta untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas dalam berkesenian. ”Melalui kegiatan ini, kita dapat melestarikan kesenian dan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, akan pentingnya melestarikan budaya kita,” ujarnya.
Arya Wibawa berharap parade ini dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri serta menunjukkan bakat dalam menciptakan, memainkan, dan mengembangkan seni budaya Bali. Selain itu, menjadi ajang bagi peserta mempersiapkan diri menghadapi kegiatan seni tingkat lebih tinggi, seperti Pesta Kesenian Bali (PKB). ”Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum bagi generasi muda untuk terus berkarya dan meningkatkan kemampuan dalam bidang seni dan budaya, khususnya gamelan baleganjur dan gong kebyar, sejalan dengan semangat Hari Sumpah Pemuda,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara didampingi Kepala Bidang Kesenian I Wayan Narta, menjelaskan Parade Gong Kebyar dan Baleganjur se-Kota Denpasar salah satu upaya memberikan ruang ekspresi dan pengembangan kreativitas bagi para pelaku seni, khususnya generasi muda. ”Kami harapkan melalui parade, semangat generasi muda dalam menjaga, mengembangkan, dan mewariskan seni budaya Bali dapat terus tumbuh dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, parade dipakai ajang pembinaan dan pelestarian kesenian trasidional guna mewujudkan kota kreatif menuju Denpasar maju. Kegiatan tersebut menjadi sarana evaluasi dari semua pembinaan sekaa baleganjur yang ada di Kota Denpasar.
Narta menambahkan, jumlah sekeha peserta parade tahun 2026 ini yakni 16 sekeha. Beberapa unsur menjadi dasar pengamatan meliputi teknik (gegedig dan tetekep), ide dan gagasan, struktur meliputi komposisi (pangawit, pangawak, pangecet), kreativitas (pengembangan musikalitas dan originalitas garapan) serta penampilan (ekspresi, gerak dan tabuh). (pas)

