Daerah

Walikota Jaya Negara Hadiri Upacara Ngeratep dan Pasupati Pelawatan di Pura Dalem Ulun Suan
Diterbitkan: 28 Mei 2026, 19:06

DENPASAR, FORUMKEDILANBali.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Upacara Ngeratep dan Pasupati Pelawatan Ratu Ayu di Pura Dalem Ulun Suan, Desa Pemecutan Kelod, Denpasar Barat bertepatan Rahina Wraspati Kliwon Wuku Waregadean, Kamis (28/5/2026).

Upacara tersebut dilaksanakan setelah pelaksanaan ngodak pelawatan tuntas dilaksanakan. Hadir dalam kesempatan tersebut, Anggota DPRD Kota Denpasar A.A Putu Gede Wibawa, I Wayan Duaja dan A.A Putu Gede Anugraha Mertha, Camat Denpasar Barat I Wayan Yusswara, Bendesa Adat Denpasar A.A Ngurah Alit Wirakesuma, serta undangan lainya.

Diiringi suara gambelan dan kidung, rangkaian upacara berlangsung khidmat dan diakhiri persembahyangan bersama.

Panitia Karya A.A Ketut Adi Artha mengatakan, Upacara Ngeratep dan Pasupati Pelawatan Ratu Ayu di Pura Dalem Ulun Suan setelah proses ngodakin tuntas dilaksanakan.  Rangkaian upacara diawali pada 16 April dengan prosesi munggel pelawatan, dilanjutkan dengan ngodakin. Setelah proses ngodakin tuntas dilaksanakan, rangkaian dilanjutkan dengan Upacara Ngeratep dan Pasupati. Setelah itu, dilaksanakan proses masuci pada malam hari. Sedangkan pementasan calonarang akan dilaksanakan 27 Agustus mendatang.

Dikatakannya, upakara ini merupakan wujud sradha dan bhakti krama pangempon Pura Dalem Ulun Suan kepada Ida Bhatara Sesuhunan. Diharapkan dapat memberikan anugerah kesejahteraan, kesehatan serta kemakmuran bagi seluruh krama pengempon. “Melalui upacara ini krama pangempon dalam lindungan Tuhan, dan diberikan anugrah kemakmuran serta kerahayuan,” ujarnya.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan Upacara Ngeratep dan Pasupati Pelawatan Ratu Ayu di Pura Dalem Ulun Suan, Desa Pemecutan Kelod momentum bagi seluruh masyarakat untuk selalu eling dan meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Sehingga menjadi sebuah momentum menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana. ”Mari kita tingkatkan sradha bhakti dan menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan,” ujarnya. (pas)

Baca Juga :  Karya di Pura Dalem Sempidi, Pemkab Badung Gelontorkan Hibah Rp1,9 Miliar
Shares: