Nasional

Wawali Arya Wibawa Ajak Desa Adat Jaga Kondusivitas Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri
Diterbitkan: 12 Maret 2026, 18:38 | Diperbarui: 12 Maret 2026, 18:45

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Wakil Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa mengajak seluruh stakeholder bersama-sama menjaga keamanan, kondusivitas dan kelancaran rangkaian Hari Suci Nyepi Caka 1948 tahun 2026. Rangkaian tersebut dimulai dari pelaksanaan prosesi makiyis/melasti, tawur Agung Kesanga, malam pangerupukan, Nyepi dan ngembak geni beriringan dengan Hari Raya Idul Fitri.

Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa saat rapat kordinasi pelaksanaan pengamanan dan persiapan menyambut Hari Suci Nyepi Caka 1948 beriringan dengan Bulan Ramadhan dan Idul Fitri bersama Bendesa se-Kota Denpasar di Wantilan Pura Dalem Bungkeneng, Desa Adat Tonja, Kamis (12/3/2026).

Pertemuan ini melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk desa adat dan forkopimda guna mengantisipasi potensi kerawanan dan memastikan setiap aspek pengamanan telah terencana dengan matang.

Wakil Walikota Arya Wibawa menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat bersama-sama menjaga kondusivitas dan kelancaran rangkaian Hari Suci Nyepi Caka 1948. Perayaan Nyepi tahun ini akan jatuh tanggal 19 Maret 2026, membawa pesan harmoni dan introspeksi bagi umat Hindu. Imbauan ini bertujuan untuk memastikan seluruh prosesi berjalan aman dan tertib di Kota Denpasar.

Arya Wibawa menjelaskan rangkaian Hari Suci Nyepi meliputi beberapa tahapan penting, yaitu malasti, Tawur Agung Kesanga, malam pangerupukan, pengarakan Ogoh-ogoh, Nyepi dan ngembak geni. Pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban menjadi sorotan utama, mengingat rangkaian Nyepi tahun ini bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Hal ini memerlukan koordinasi ekstra untuk menjaga toleransi antarumat beragama. ”Keamanan dan ketertiban selama rangkaian Nyepi menjadi prioritas utama bagi Pemerintah Kota Denpasar. Sehingga semua pihak harus berpartisipasi aktif dalam menjaga kelancaran Nyepi Caka 1948. Ini termasuk memastikan seluruh tahapan perayaan dapat berlangsung aman dan damai, serta menjaga harmoni dalam keberagaman masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Wawali Arya Wibawa Dampingi Gubernur Koster Terima Kunker Wagub NTT Johni Asadoma

Ia menegaskan dengan adanya koordinasi yang solid, diharapkan mobilitas masyarakat dan pengamanan dapat berjalan optimal. Penyamaan persepsi ini sangat krusial, terutama mengingat adanya irisan waktu dengan perayaan Idul Fitri. Pemerintah Kota Denpasar berupaya menciptakan suasana yang saling menghormati dan mendukung antar warga.

Secara teknis, pelaksanaan rangkaian Hari Suci Nyepi sepenuhnya diserahkan kepada desa adat. Desa adat memiliki tatanan tersendiri diatur dalam pararem, awig, dan desa mawecara. Hal ini menunjukkan kepercayaan Pemerintah Kota Denpasar terhadap kearifan lokal dan sistem yang sudah berjalan di tingkat desa. Pemerintah Kota Denpasar dalam hal ini berperan sebagai fasilitator dan koordinator. Mereka menyediakan wadah untuk berkoordinasi guna mendukung kelancaran dan menjaga kondusivitas. ”Kami yakinan desa adat lebih memahami secara intens rangkaian Hari Suci Nyepi,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Ketua Forum Bendesa Kota Denpasar, Wayan Eka Yana. Menurutnya, rapat koordinasi menjadi wujud penyamaan persepsi dan pengaturan pelaksanaan rangkaian Nyepi di Denpasar. Pengaturan dilakukan mencakup aspek non teknis, seperti jadwal melasti, pengarakan ogoh-ogoh, dan pola pengamanan.

Ia menjelaskan, perayaan Hari Suci Nyepi Caka 1948 beriringan dengan Hari Raya Idul Fitri menjadi momentum penting meningkatkan peran desa adat mengkoordinasikan pelaksanaan rangkaian hari suci keagamaan Hindu. Pemerintah Kota Denpasar menekankan pentingnya menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat. Ini kesempatan memperkuat persatuan dan saling pengertian antarumat beragama. ”Menjaga harmoni tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat. Dengan saling menghargai tradisi dan keyakinan masing-masing, diharapkan tercipta lingkungan damai. Denpasar dikenal sebagai kota menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan kebersamaan,” ungkapnya.

Arya Wibawa berharap melalui koordinasi yang baik antara pemerintah, desa adat, dan masyarakat seluruh rangkaian perayaan dapat berjalan lancar. Tujuannya setiap warga dapat menjalankan ibadahnya dengan tenang dan khusyuk. Semangat kebersamaan ini menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas kota. Disamping itu dalam pembahasan juga dibahas tentang permasalahan sampah merupakan masalah bersama. ”Peran desa adat sangat penting memberikan sosialisasi, hingga menggugah peran serta masyarakat dalam penanganan sampah,’’ paparnya. (pas)

Baca Juga :  Ny. Antari Jaya Negara Bersama Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa Salurkan Bantuan Kepada Warga Terdampak Banjir

 

Shares: