DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Semangat gotong royong dan menyama braya kembali menjadi kekuatan krama Desa Adat Kepaon melaksanakan Karya Atma Wedana Baligia Punggel dan Mapandes. Sinergi antara desa adat, LPD, pemerintah dan seluruh komponen masyarakat tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri Upacara Mepandes serangkaian karya di Jaba Pura Dalem Penataran Suwung, Desa Adat Kepaon, Denpasar Selatan, Senin (7/9/2026).
Karya dilaksanakan bersama ini tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan kewajiban adat dan keagamaan, tetapi mencerminkan kuatnya rasa kebersamaan masyarakat. Kehadiran Pemerintah Kota Denpasar dalam kegiatan tersebut menegaskan komitmen terus mendukung keberadaan adat, tradisi dan budaya sebagai bagian penting dalam pembangunan kehidupan masyarakat Kota Denpasar.
Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan semangat kebersamaan ditunjukkan krama Desa Adat Kepaon merupakan implementasi nyata nilai gotong royong dan Vasudhaiva Kutumbakam. Menurutnya, sinergi berbagai pihak menjadi kunci sehingga pelaksanaan karya dapat berjalan dengan baik sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat. ”Kami mengapresiasi semangat gotong royong dan kebersamaan yang ditunjukkan krama Desa Adat Kepaon. Sinergi antara desa adat, LPD, pemerintah dan seluruh pihak menjadi kekuatan dalam menyukseskan karya sekaligus meringankan beban masyarakat,” ujarnya.
Arya Wibawa menambahkan, semangat tersebut hendaknya terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. Sebab, pelaksanaan karya bersama tidak hanya memperkuat nilai spiritual dan adat, tetapi menjadi ruang mempererat hubungan sosial antarkrama. ”Ini kekuatan masyarakat Bali, ketika semua bersatu dan bergotong royong, berbagai hal yang berat dapat dilaksanakan bersama. Semangat manyama braya seperti ini harus terus kita jaga,” katanya.
Sementara itu, Bendesa Adat Kepaon, A.A Ketut Wirya didampingi Ketua Panitia I Gusti Ketut Mayun Mahardika mengatakan, pelaksanaan karya bersama salah satu upaya meringankan beban krama. Selain itu, kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat kebersamaan serta rasa menyama braya di lingkungan Desa Adat Kepaon. ”Tujuan utama kami meringankan beban masyarakat atau krama desa. Dengan dilaksanakan bersama, rasa kebersamaan dan menyama braya juga semakin kuat,” katanya.
Ia menjelaskan Atma Wedana Baligia Punggel dalam karya ini diikuti 104 peserta. Sedangkan mapandes masal diikuti 194 peserta. Puncak upacara mapandes dilaksanakan Senin (7/9). Sementara puncak Karya Atma Wedana Baligia Punggel akan dilaksanakan pada Buda Umanis Wuku Prangbakat, 16 September 2026 mendatang. Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan dengan dukungan dan partisipasi seluruh krama serta sinergi bersama berbagai pihak.
Wirya menegaskan, keberhasilan pelaksanaan karya tidak terlepas dari dukungan seluruh krama dan pihak-pihak yang telah bergotong royong sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan. ”Kami berharap karya ini bukan hanya menjadi sebuah kewajiban adat, tetapi menjadi momentum mempererat persaudaraan, meringankan beban krama, dan semakin menumbuhkan rasa menyama braya di Desa Adat Kepaon,” ucapnya.
Turut hadir Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gedr Marhaendra Jaya, Kadis Kebudayaan Kota Denpasar Raka Purwantara, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar Putu Agus Jayadi, Camat Denpasar Selatan I Kadek Ermanto, Bendesa Adat se-Kota Denpasar serta undangan lainya. Dalam kesempatan tersebut, Wawali Arya Wibawa menyerahkan Bantuan Dana Hibah untuk mendukung pelaksanaan Karya Atma Wedana Baligia Punggel dan Mapandes Desa Adat Kepaon. (pas)

