Daerah

WHDI Denpasar Gelar Pelatihan Banten Otonan di Banjar Pegok, Kelurahan Sesetan
Diterbitkan: 9 Mei 2026, 17:53

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Pemerintah Kota Denpasar bersama Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar berkelanjutan  menggelar pelatihan pembuatan Banten Otonan Ayaban Tumpeng Pitu menyasar wanita Hindu di Kota Denpasar.

Pelatihan dihadiri Wakil Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa dilaksanakan di Balai Banjar Pegok, Kelurahan Sesetan, Sabtu (9/5/2026).

Setidaknya, 20 orang peserta merupakan ibu-ibu PKK Banjar setempat mengikuti pelatihan, dan secara seksama mengikuti setiap materi yang diberikan narasumber dari WHDI Kota Denpasar .

Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa didampingi Ketua TP PKK Kecamatan Denpasar Selatan, Ny. Ida Ayu Alit Maharatni Purwanasara menyampaikan, pelatihan ini sengaja digelar untuk memberikan pemahaman mengenai makna dan tata cara pembuatan Banten Otonan Ayaban Tumpeng Pitu. Mengngat jenis banten otonan sangat dibutuhkan disetiap enam bulan sekali memperingati hari kelahiran secara agama Hindu. “Pelatihan pembuatan banten dikhususkan pada pembuatan Banten Otonan Ayaban Tumpeng Pitu. Sehingga peserta mayoritas kaum ibu ini paham tidak saja cara membuat banten, tapi pengaplikasiannya serta filosofi dari banten tersebut sesuai dengan sastra Agama Hindu dengan bimbingan narasumber berpengalaman dari WHDI,” ujar Ayu Kristi.

Sementara narasumber pelatihan banten dari WHDI Denpasar, Ni Wayan Sukerti  menjelaskan materi yang diajarkan dalam pelatihan membuat banten adalah Banten Otonan Ayaban Tumpeng Pitu. Banten ini terdiri dari “Ulun Banten” yakni Pejati, Gebogan, Pengambean, Peras Soda, dapetan Pokok, dan  terdiri dari Sesayut (Sesayut Pebersihan, Sesayut Sida Purna, Sesayut Pageh Urip) dan Tebasan Pemiak Kala, juga Segehan  Manca Warna, Bayakaonan dan Prayascita. “Pelatihan sekaligus menjelaskan filosofi dari masing-masing komponen banten tersebut serta tata cara pengaplikasian dalam upacara otonan itu sendiri,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemkab Bangli Gelar Bakti Panganyar di Pura Pucak Penulisan

Ditambahkan Sukerti, pelatihan banten kepada masyarakat ini merupakan program rutin tahunan sekaligus menjadi media saling bertukar pikiran dan pengetahuan tentang pembuatan banten. “Pelatihan pembuatan banten sebagai media saling bertukar pikiran dan berbagi pengetahuan tentang pembuatan Banten,” ucap Sukerti.

Salah satu peserta pelatihan, Nona Debby, menyambut baik dilaksanakannya pelatihan membuat banten di lingkungannya. “Kegiatan ini sangat membantu ibu-ibu untuk memahami tata cara pembuatan banten dan pengaplikasiannya dalam upacara. Kita di Bali tidak pernah terlepas dari kegiatan keagamaan,” ungkapnya. (pas)

Shares: