Nasional

Wujudkan Bali Hijau, Pemkab Bangli Dorong PSBS Lewat Kolaborasi Teknologi dan Kearifan Lokal
Diterbitkan: 19 Februari 2026, 16:26

BANGLI, FORUMKEADILANBali.com – Pemerintah Kabupaten Bangli menegaskan komitmennya menuntaskan persoalan sampah melalui sinergi lintas sektor lewat Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS), pemanfaatan teknologi informasi dan penguatan nilai kearifan lokal palemahan. Hal tersebut disampaikan disela-sela sosialisasi dan diseminasi program prioritas pemerintah digelar di Gedung Bukti Mukti Bakti Kantor Bupati Bangli, Kamis, (19/2/2026).

Kegiatan diprakarsai Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk para siswa sebagai generasi penerus dan influencer dalam penyebarluasan informasi lingkungan.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Bangli, I Nyoman Murditha, S.Kom., M.Eng. menekankan peran komunikasi dan informatika sangat krusial dalam keberhasilan program lingkungan. Pemerintah mendorong penguatan diseminasi informasi melalui kanal digital dan media sosial agar edukasi berjalan berkelanjutan serta meningkatkan partisipasi publik dalam pelaporan berbasis digital. Pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi lintas sektor, dukungan teknologi informasi, serta perubahan perilaku masyarakat. ”Sesuai amanat Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019, masyarakat diwajibkan melakukan pengelolaan sampah berbasis sumber dengan memilah sampah langsung dari rumah tangga (organik, non organik, dan residu). Mengelola sampah bukan hanya soal menjalankan peraturan, tetapi merupakan implementasi modern dari nilai palemahan bentuk nyata rasa syukur kita kepada alam,” ujar Murdhita.

Sebagai langkah nyata, kata Murditha, Pemerintah Kabupaten Bangli fokus pada beberapa poin strategis, di antaranya mendorong optimalisasi tempat pengolahan sampah Reduce, Reuse, Recycle di tingkat desa. Melakukan upaya khusus mencegah polusi sampah masuk ke badan air sebagai hulu sumber air di Bali, mendorong kolaborasi desa adat melalui awig-awig (aturan adat) untuk mendisiplinkan warga dalam memilah sampah serta mengapresiasi dedikasi sekolah seperti SMP Negeri 1 Bangli dan SMP Negeri 3 Bangli telah menjalankan program “Sekolah Hijau” dan aktif melakukan pemilahan sampah.

Baca Juga :  Pangdam IX/Udayana Siap Sukseskan Rangkaian Dharma Santi Nasional di Bali

Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari perangkat daerah hingga siswa sekolah, dapat menjadikan pemilahan sampah sebagai gaya hidup baru demi menjaga kelestarian alam Bali untuk generasi mendatang.

Turut hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali Ni Putu Ayu Puryani, S.STP.,M.A.P., sekaligus sebagai narasumber dalam acara tersebut, siswa-siswi dari SMP Negeri 1 dan 3 Bangli beserta tamu undangan lainnya. (pas)

Shares: