Nasional

Apresiasi Upacara Adat Massal di Kesiman, Walikota Jaya Negara ”Ngayah Nyangging” Upacara Matatah Massal
Diterbitkan: 28 September 2026, 17:36

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri pelaksanaan Upacara Matatah atau Mapandes Massal Desa Adat Kesiman diikuti 345 peserta dari 32 banjar adat berlangsung di Pantai Padang Galak, Kecamatan Denpasar Timur, Senin (28/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara turut ngayah nyangging kepada beberapa peserta matatah. Kehadirannya dalam rangkaian upacara tersebut diakhiri dengan penyerahan punia sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan karya adat dan keagamaan di Desa Adat Kesiman.

Didampingi Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, I Putu Agus Jayadi, Walikota Jaya Negara memberikan apresiasi kepada Jro Bendesa Adat Kesiman beserta seluruh panitia menyelenggarakan rangkaian upacara massal. Menurutnya, pelaksanaan karya adat secara bersama-sama tidak hanya penting dalam menjaga kelestarian tradisi dan nilai-nilai keagamaan, tetapi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Jaya Negara menilai pelaksanaan upacara massal dapat membantu menghemat waktu sekaligus meringankan beban biaya masyarakat, khususnya para orang tua yang anaknya mengikuti upacara potong gigi. Rangkaian upacara keagamaan tersebut berlangsung khidmat dan runtut, dimulai dari prosesi ngaben, mapetik, ngangkid ke pasih (laut), hingga pelaksanaan upacara matatah atau potong gigi massal. ”Langkah dan kerja keras Jro Bendesa beserta pihak Desa Adat Kesiman ini sejalan dan mendukung program pemerintah daerah dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Jaya Negara.

Jaya Negara berharap pelaksanaan karya massal tersebut dapat terus memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat. Selain sebagai pelaksanaan kewajiban adat dan keagamaan, rangkaian kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi serta menjaga keharmonisan krama Desa Adat Kesiman.

Sementara itu, Jro Bendesa Adat Kesiman, I Ketut Wisna mengatakan, rangkaian upacara keagamaan massal tersebut terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak, termasuk Puri Pemayun Kesiman. Rangkaian kegiatan dimulai melalui prosesi Negteg Beras pada 9 September, dilanjutkan Ngingsah pada 16 September serta Melaspas Peyadnyan pada 18 September. Sebelum pelaksanaan matatah massal, telah digelar ritual Mesasap Segara diikuti 526 peserta. ”Pelaksanaan upacara massal ini memberikan kemudahan bagi masyarakat, terutama dari sisi efisiensi waktu dan biaya,” ujarnya.

Baca Juga :  Wawali Arya Wibawa Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Ajak Perkuat Nilai-nilai Kebangsaan

Rangkaian karya massal Desa Adat Kesiman masih akan berlanjut hingga puncak acara pada 1 Oktober mendatang melalui prosesi Ngajum dan Mapetik rencananya dipuput lima sulinggih. Selanjutnya, seluruh rangkaian karya akan ditutup dengan pelaksanaan upacara Nyegara Gunung pada 4 Oktober. “Karya adat tersebut diharapkan tidak hanya menjadi momentum pelaksanaan kewajiban keagamaan, tetapi semakin memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan krama Desa Adat Kesiman,” ucap Wisna. (pas)

Shares: