Nasional

Bupati Adi Arnawa Hadiri ”High Level Meeting” TPID Kabupaten Badung
Diterbitkan: 6 November 2025, 20:46

BADUNG, FORUMKEADILANBali.com – Bupati Badung  Wayan Adi Arnawa menghadiri Rapat Koordinasi/High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dirangkaikan penyerahan bantuan sarana dan prasarana pendukung pengembangan UMKM Pertanian dan Perikanan di Kabupaten Badung dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, di Ruang Rapat Nayaka Gosana 3 Lt.2, Puspem Badung, Kamis, (6/11/2025).

Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi kepada para pimpinan lembaga dan perangkat daerah tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Ia mengucapkan terima kasih atas sinergi dan kerja keras seluruh pihak dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

Tingkat inflasi Kabupaten Badung menurut data BPS, angka 1,65 year on year, total 2025 ini. Termasuk juga sudah disampaikan, month to month juga 0,31 termasuk year to datenya juga 0,5 dan kondisi Badung sementara ini cukup terjaga, saat ini masih berada pada posisi terkendali, dengan capaian yang menunjukkan hasil positif berkat kerja sama lintas sektor. ”Kita perlu melakukan langkah-langkah antisipasi dan langkah preventif berkelanjutan, sebagaimana disampaikan oleh BPS dan Bank Indonesia, agar gejolak harga menjelang momentum keagamaan dan akhir tahun dapat diminimalisir,” ujarnya

Lebih lanjut Adi Arnawa mengatakan berdasarkan laporan dari BI, Pemkab Badung akan memperkuat sektor pertanian, ekonomi kreatif, serta ketahanan pangan sebagai fondasi ekonomi jangka panjang. ”Rapat ini menjadi forum evaluasi untuk membahas berbagai potensi permasalahan yang sering muncul menjelang perayaan besar keagamaan dan akhir tahun, termasuk isu distribusi pasokan bahan pokok, koordinasi antarinstansi, serta pengendalian harga komoditas strategis,” jelasnya.

Kabag Ekonomi Setda Badung A.A Sagung Rosyawati mengatakan tantangan dan strategi pengendalian inflasi daerah Kabupaten Badung. Ada beberapa tantangan utama yang dihadapi antara lain terbatasnya kapasitas produksi pangan, kerentanan akibat perubahan iklim, distribusi pasar yang belum efisien, serta peningkatan kebutuhan masyarakat seiring pertumbuhan pariwisata terutama saat hari besar keagamaan dan musim liburan. ”Menyikapi tantangan pengendalian inflasi tersebut, dapat kami sampaikan strategi pengendalian inflasi dilakukan melalui pendekatan 4K+1 yakni ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, komunikasi yang efektif, serta pemberdayaan masyarakat,” katanya. (fkb/pas)

Baca Juga :  Buka TMMD Ke-130 di Banjarangkan, Bupati Satria Tegaskan Pentingnya Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Shares: