Nasional

Bupati Badung Hadiri Karya Atma Wedana dan Manusia Yadnya Desa Adat Padonan
Diterbitkan: 15 April 2026, 16:21

BADUNG, FORUMKEADILANBali.com – Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa menghadiri Parikrama Tigang Sasih dan Mapetik Majaya-jaya serangkaian Karya Atma Wedana dan Manusia Yadnya Desa Adat Padonan. Kegiatan tersebut berlangsung di Pura Dalem Desa Adat Padonan, Kuta Utara, Rabu (15/4/2026), dipuput Ida Pedanda Istri Griya Buduk.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya yadnya suci tersebut serta mendoakan agar seluruh rangkaian upacara berjalan lancar. Ia mengapresiasi dukungan pendanaan dari Desa Dinas, Desa Adat, serta LPD Desa Adat Padonan. ”Sebagai pratisentana, kita memiliki kewajiban melaksanakan yadnya sebagai wujud bakti kepada leluhur. Saya berharap Desa Adat Padonan dapat terus mandiri dan mampu menjaga tradisi di tengah perkembangan pariwisata,” harapnya.

Ia mengajak seluruh krama desa menjaga keamanan, kebersihan, serta mengelola sampah dengan baik melalui pemilahan sejak dari rumah tangga. Karena Pemerintah Kabupaten Badung terus berupaya mengurai kemacetan dengan membangun ruas-ruas jalan baru di lokasi strategis guna memberikan kenyamanan bagi wisatawan.

Sementara itu, Bendesa Adat Padonan, I Made Sutarma menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Badung beserta undangan lainnya. Ia menjelaskan rangkaian upacara telah diawali dengan upacara Ngerit (Ngelungah) pada 31 Maret 2026.

Sutarma mengungkapkan Karya Atma Wedana merupakan program Desa Adat Padonan dilaksanakan setiap lima tahun sekali, bertujuan menjaga tradisi leluhur, sima dresta, serta memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong. Selain itu, kegiatan ini meringankan beban krama desa dalam melaksanakan upacara adat dan Manusa Yadnya.

Sebelumnya, kegiatan serupa dilaksanakan tahun 2022. Meski sesuai jadwal berikutnya akan digelar pada 2027, namun dimajukan ke tahun 2026 karena adanya rencana pembangunan karya di Pura Desa dan Puseh Desa Adat Padonan.

Baca Juga :  Tanamkan Rasa Cinta Budaya Bali, WHDI Kota Denpasar Gelar Lomba Macepat

Ia menambahkan pendanaan kegiatan bersumber dari Rp900 juta dana Desa Dinas, Rp200 juta dari Desa Adat, serta sisa hasil usaha LPD Desa Adat Padonan. Dengan dukungan tersebut, pelaksanaan karya tahun ini tidak membebankan biaya kepada krama desa.

Turut hadir dalam karya tersebut, yakni  anggota DPRD Badung Wayan Sandra, Camat Kuta Utara Putu Eka Parmana, Majelis Madya dan Majelis Alit Kuta Utara, Perbekel Tibubeneng, serta krama Desa Adat Padonan. (pas)

Shares: