Nasional

Sekretaris 1 TP Posyandu Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa Hadiri Penutupan Bina Posyandu 6 SPM Provinsi Bali
Diterbitkan: 15 April 2026, 16:57

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Bina Posyandu Tahap II Provinsi Bali diikuti Kota Denpasar dan Kabupaten Jembrana resmi ditutup, Rabu (15/4/2026) di UPTD Bapelkesmas Bali, Kesiman Kertalangu, Denpasar.

Sekretaris 1 TP Posyandu Kota Denpasar Ayu Kristi Arya Wibawa mewakili Ketua TP Posyandu Kota Denpasar disela-sela penutupan Bina Posyandu menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat kepada peserta telah dinyatakan lulus dan tersertifikasi.

Ia mengatakan kader Posyandu memegang peran strategis sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Peran tersebut sangat penting, terutama mendukung peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, serta kesejahteraan keluarga.

Menurutnya, Bina Posyandu berlangsung selama beberapa hari tersebut memberikan manfaat nyata bagi para kader, terutama dalam meningkatkan kapasitas, keterampilan, serta pemahaman terhadap berbagai program pelayanan masyarakat. “Melihat seperti ini, kegiatan ini sangat berguna dan sungguh sangat bermanfaat bagi kader posyandu,’’ ujarnya.

la mengungkapkan rencana mengembangkan pelaksanaan program tersebut ke depan agar lebih efektif. Salah satunya membagi kegiatan Bina Posyandu ke dalam dua kategori, yakni pelatihan khusus bagi kader Posyandu serta pembinaan bagi para pembina Posyandu sesuai dengan arahan Ketua TP. Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster.

Sementara Kadis PMD Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata, mengatakan peserta dari Kota Denpasar dan Kabupaten Jembrana sebanyak 111 orang, dengan jumlah peserta 32 orang peserta terdiri dari ketua TP PKK Kecamatan Denut, Dentim, Densel dan Ketua TP PKK Desa/Kelurahan, dan peserta dari Kabupaten Jembrana 79 orang. ”Saya berpesan kepada peserta yang telah mengikuti kegiatan agar tidak menyimpan pengetahuan yang diperoleh hanya untuk diri sendiri. Ilmu yang diperoeh dapat dibagikan kembali kepada kader Posyandu lainnya di wilayah masing-masing. Dengan demikian, peningkatan kapasitas kader dapat dirasakan secara lebih luas dan berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan di tingkat masyarakat,” ujarnya. (pas)

Baca Juga :  Kanwil Kemenkumham Bali Sidangkan 21 WNA dan Warga Blasteran Ajukan Permohonan Jadi WNI
Shares: