Nasional

Bupati Bangli Hadiri Persembahyangan Siwa Ratri
Diterbitkan: 18 Januari 2026, 09:25

BANGLI, FORUMKEADILANBali.com – Bangli_Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta bersama Ny. Sariasih Sedana Arta menghadiri persembahyangan serangkaian Hari Raya Siwa Ratri di Pura Kehen, Sabtu (17/1/2026).

Persembahyangan ini dihadiri Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar bersama Ny. Suciati Diar, Ketua DPRD Kabupaten Bangli Ketut Suastika, Sekda Bangli, unsur Forkopimda Kabupaten Bangli serta Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Bangli. Tujuan persembahyangan bersama untuk memohon keselamatan dan kerahayuan bagi masyarakat Bangli.

Di sela-sela prosesi persembahyangan bersama, Ketua PHDI Kabupaten Bangli I Nyoman Sukra menyampaikan makna dan filosofi Siwa Ratri sering disebut sebagai “Malam Penebusan Dosa”. Namun, secara mendalam, Siwa Ratri dijelaskan sebagai momentum “Jagra” atau kesadaran diri.​”Siwa Ratri bukanlah sekadar begadang semalam suntuk, melainkan upaya manusia melepaskan kegelapan pikiran (Avidya) menuju terang pengetahuan. Ini adalah waktu bagi kita melakukan mulat sarira atau introspeksi total atas segala perbuatan yang telah dilakukan,” ujar Sukra.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sedana Arta mengungkapkan semangat Siwa Ratri dapat membawa kejernihan pikiran dalam membangun Bangli ke arah yang lebih baik. “Melalui Siwa Ratri, kita dapat meningkatkan kesadaran diri dan memperkuat hubungan dengan Tuhan. Mari kita jadikan momentum ini untuk memperbaiki diri dan membangun Bangli yang lebih baik,” katanya.

Bupati Sedana Arta menekankan pentingnya introspeksi diri dan pengendalian diri dari hawa nafsu keduniawian. “Mari kita jadikan Siwa Ratri sebagai kesempatan memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas hidup kita,” tambahnya.

Untuk diketahui bahwa, Tri Brata utama dalam Siwa Ratri, yakni Upawasa (tidak makan/minum), Monabrata (tidak berbicara), dan Jagra (tidak tidur), dimaknai sebagai simbol pengendalian diri dari hawa nafsu keduniawian demi mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi-Nya sebagai Dewa Siwa. (fkb/pas)

Baca Juga :  Pungutan Retribusi Manual di Nusa Penida Dikeluhkan Wisatawan, Bupati Satria Upayakan Tempat Lebih Nyaman
Shares: