Nasional

Pemkot Denpasar Ngaturang Bhakti Siwaratri di Pura Agung Jagatnatha Denpasar
Diterbitkan: 17 Januari 2026, 21:13

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Hari Suci Siwaratri sebagai wahana penyucian diri, mulat sarira atau introspeksi diri diperingati Pemerintah Kota Denpasar dengan menggelar persembahyangan bersama di Pura Agung Jagatnatha Denpasar, Sabtu (17/1/2026).

Persembahyangan Bersama dihadir Pj. Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya didampingi Ny. I Gusti Ayu Putu Suwandewi Eddy Mulya, Anggota DPRD Kota Denpasar I Wayan Sutama, Forkopimda Kota Denpasar, PHDI Kota Denpasar, Sabha Upadesa Kota Denpasar, Pimpinan OPD serta pemedek masyarakat Kota Denpasar yang mengikuti rangkaian acara.

Diringi suara kidung dan gambelan Bali, rangkaian persembahyangan Hari Suci Siwaratri di Kota Denpasar diawali dengan persembahan Tari Wali. Dilanjutkan persembahyangan bersama dipuput Ida Pedanda Gede Oka Bajing dari Griya Bajing Kesiman.

Persembahyangan Hari Suci Siwaratri di Kota Denpasar akan dilaksanakan tiga kali, yakni pukul 18.00 Wita saat sandikala, pukul 00.00 tengah malam, dan pukul 06.00 Wita keesokan harinya.

Pj. Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya menekankan Hari Suci Siwaratri merupakan momen memuja Ida Sang Hyang Widi Wasa dalam prabawanya sebagai Dewa Siwa. Pada hari ini sangat baik merenungi segala perbuatan lebih dikenal dengan malam peleburan dosa. Momentum Hari Siwartari hendaknya dilakukan dengan  mulat sasira dan introspeksi untuk menjadi lebih baik kedepan.

Eddy Mulya menambahkan umat manusia dapat menjalani swadarma kewajibannya dengan baik, dan selalu dalam lindungan Ida Sang Hyang Widi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. “Hari Siwaratri harus diisi dengan kegiatan positif dengan kesadaran, seperti dharma tula, monobrata, jagra, upawasa, mulat sarira dan mengendalikan panca indra sebagai wujud wiweka umat Hindu,” imbuh Eddy Mulya.

Sementara Kabag Kesra Kota Denpasar, I.B Alit Surya Antara mengatakan Hari Suci Siwaratri penting bagi umat Hindu sebagai ajang mulat sarira. Setiap perayaan rutin dilaksanakan guna memberikan edukasi dan pemahaman bagi masyarakat terkait makna dan tujuan perayaan Hari Suci  Siwaratri. “Usai persembahyangan Bersama dilanjutkan beragam kegiatan keagamaan seperti makekawin, mageguritan dan dharma tula diharapkan memberikan pehamaman luas bagi masyarakat terkait Hari Siwaratri,” jelasnya (pas)

Baca Juga :  Puluhan Pasien Covid-19 di Kota Denpasar Sembuh
Shares: