BANGLI, FORUMKEADILANBALI.com – Melalui kerja keras dan usaha yang sungguh-sungguh, petani alpUkat Hass Kintamani akhirnya berhasil menembus pasar ekspor Malaysia dan Singapura. Meski masih tahap promosi, namun keberhasilan ini akan menambah semangat petani lebih serius membudidayakan alpokan Hass dikenal memiliki cita rasa khas dan legit. Sesungguhnya permintaan juga datang dari Taiwan dan China, namun sejumlah petani mengaku belum berani menjanjikan dengan sejumlah alasan.
”Kita diminta menyediakan sekitar 25 ton per bulan, namun kita baru sanggup sekitar 5 ton per dua minggu,” kata I Nyoman Bebas, seorang petani Alpukat Hass, Jumat (3/4/2026).
Bebas mengemukakan pihakanya masih mengalami kesulitan memenuhi pesanan tersebut. Selain produksi buah masih terbatas dan banyak petani hanya fokus memasarkan komoditas ini untuk konsumsi lokal. ”Kita mencoba melakukan kerja sama dengan petani di Pulau Lombok,” tegas Bebas petani asal Desa Abuan, Kintamani ini.
Terkait dengan harga, Bebas mengatakan dibandingkan dengan harga alpukat jenis lain, Hass memiliki harga cukup stabil dan konsisten sepanjang buah memiliki kualitas bagus. Meski banyak petani di Kintamani menjual buahnya dengan sistem campuran. Sedangkan ekspor dibutuhkan jenis buah dengan kualitas bagus. ”Hanya buah dengan kualitas bagus seperti bentuk dan besarnya sesuai ketentuan bisa diterima di luar negeri,” jelasnya.
Sementara Kadek Parnata, salah seorang pengusaha alpukat Hass Kintamani mengakui pihaknya terus melakukan upaya kerjasama dengan konsumen luar negeri agar bisa menjadikan buah alpokat Hass sebagai komoditas ekport. Permasalahan dihadapi masih seputar harga dinilai belum memberikan keuntungan bagi ekportir. ”Kita masih belum sepakat di harga,” katanya.
Ia menjelaskan hingga saat ini alpukat Hass mulai dilirik petani di seluruh Bali khususnya petani di daerah pegunungan memang ideal budidaya alpokat Hass. Meski belum diperoleh data lengkap terkait luasan perkebunan alpokat Hass di Bali. Namun diperkirakan jumlahnya kini telah mencapai ribuan pohon tersebar di sejumlah Kabupaten mulai dari Bangli, Buleleng, Tabanan. (jel)

