Nasional

Hari Lingkungan Hidup 2026, Badung Gelar Aksi Kurve Serentak di Benoa
Diterbitkan: 6 Juni 2026, 19:24 | Diperbarui: 6 Juni 2026, 20:38

BADUNG, FORUMKEADILANBali.com – Gubernur Bali, Wayan Koster dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin aksi kerja bakti bersih lingkungan (Kurve) serentak di kawasan Pantai Samuh, Benoa, Kuta Selatan, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan bersih lingkungan serangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026 dirangkaikan peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Aksi merujuk Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup Nomor 09 Tahun 2026 ini melibatkan unsur Pemprov Bali, Sekda Badung I.B Surya Suamba, Forkopimda, tokoh masyarakat, dunia usaha hingga komunitas lingkungan. Tahun ini, peringatan global mengusung tema ”Act Now for Climate: Saatnya Bekerja Untuk Iklim” guna menghadapi krisis perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa mendampingi Gubernur Wayan Koster membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH RI, Muhammad Jumhur Hidayat, menekankan komitmen Indonesia terhadap target pengurangan emisi Nationally Determined Contribution (NDC) 2030 dan penanganan masalah sampah memicu emisi gas rumah kaca. Lewat Gerakan Indonesia ASRI, pemerintah mendorong pemilahan sampah dari sumber, pengurangan plastik sekali pakai, serta penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Usai aksi bersih-bersih, jajaran kepala daerah mengikuti peringatan nasional secara daring berpusat di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.

Bupati Adi Arnawa menyatakan peringatan ini harus menjadi momentum memperkuat kesadaran dan tanggung jawab bersama menjaga kelestarian lingkungan. ”Tema Act Now for Climate mengingatkan kita bahwa upaya menjaga lingkungan tidak bisa ditunda lagi. Perubahan iklim menjadi tantangan nyata dampaknya dirasakan hingga ke tingkat daerah. Karena itu, diperlukan aksi bersama dimulai dari lingkungan terkecil, dari keluarga, sekolah, tempat kerja, hingga komunitas,” ujarnya.

Menurut Bupati Adi Arnawa, pengelolaan sampah dari sumber langkah strategis mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Gerakan Indonesia ASRI diharapkan mampu mengubah perilaku masyarakat secara konsisten. Melalui Gerakan Indonesia ASRI, ia mengajak seluruh masyarakat membangun budaya hidup bersih dan peduli lingkungan. Mulai dari hal sederhana, seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. ”Kalau dilakukan secara konsisten dan bersama-sama, langkah kecil ini akan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan dan masa depan generasi mendatang,” katanya.

Baca Juga :  Momen Akhir Tahun, Walikota Jaya Negara : Spirit "Vasudaiva Khutumbakam" untuk Pembangunan Denpasar

Ia menegaskan, keberhasilan menjaga ruang hidup yang bersih membutuhkan sinergi kuat dari semua sektor dan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Keberhasilan menjaga lingkungan tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata. Melalui semangat Act Now for Climate, ia mengajak semua pihak mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing. ”Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi dampak perubahan iklim,” tegasnya. (pas)

Shares: