Nasional

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkot Denpasar Gelar Aksi Kebersihan dan Penanaman Pohon Serentak
Diterbitkan: 6 Juni 2026, 17:44

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Pemerintah Kota Denpasar menggelar aksi kebersihan dan penanaman pohon serentak dipusatkan di Pantai Padanggalak, Denpasar pada Sabtu (6/6/2026).

Aksi tersebut dilaksanakan serangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Selain di kawasan Pantai Padanggalak, aksi yang sama juga turut dilaksanakan disepanjang pantai wilayah Kota Denpasar hingga wilayah desa/kelurahan se-Kota Denpasar.

Aksi tersebut diikuti Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Forkopimda Kota Denpasar, TNI/Polri, Pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar, Pramuka, komunitas, masyarakat, desa adat, serta siswa/siswi.

Usai mengikuti aksi kebersihan dan penanaman pohon, Walikota Jaya Negara bersama Wawali Arya Wibawa beserta jajaran mengikuti teleconference bersama Kementerian Lingkungan Hidup serangkaian Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 dan Gerakan Indonesia Asri secara nasional dihadiri Menko Pangan RI, Zulkifli Hasan.

Dalam kesempatan yang sama, diserahkan bingkisan kepada SMPN 9 Denpasar, SMPN 14 Denpasar dan Jatandras Polresta Denpasar yang behasil mengumpulkan sampah terberat. Tak hanya itu, apresiasi berupa sembako juga diberikan kepada petugas kebersihan yang tak kenal lelah menjaga kebersihan wilayah Kota Denpasar.

Walikota Jaya Negara mengatakan, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi momentum penting memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam. Melalui kegiatan bersih-bersih serentak dan penanaman pohon yang dilaksanakan di berbagai titik di Kota Denpasar, pemerintah bersama masyarakat menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata. ”Lingkungan yang bersih, hijau, dan sehat merupakan warisan terbaik yang dapat kita berikan kepada generasi mendatang. Menjaga lingkungan bukan hanya kewajiban pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Menurut Jaya Negara, gerakan bersih-bersih dan penanaman pohon tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan, mulai dari persoalan sampah hingga dampak perubahan iklim. Penanaman pohon merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat ekologis bagi kota. Sementara aksi bersih-bersih menjadi simbol semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Denpasar. ”Ketika masyarakat bergerak bersama, sekecil apa pun langkah yang dilakukan akan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan kita,” katanya.

Baca Juga :  Wagub Cok Ace Hadiri Karya Atma Wedana di Jembrana

Jaya Negara mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai gerakan berkelanjutan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah dari sumbernya, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, hingga ikut serta dalam penghijauan kota. ”Mari kita jadikan Denpasar sebagai rumah bersama yang nyaman, asri, dan lestari. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat, saya yakin kita mampu mewujudkan Denpasar yang semakin maju, berbudaya, dan berwawasan lingkungan demi masa depan yang lebih baik,” ucapnya.

Sementara, Kadis DLHK Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa mengatakan memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sesuai Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 9 Tahun 2026, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) menggelar serangkaian kegiatan lingkungan yang melibatkan sekitar 50.000 peserta. Kegiatan mengusung tema ”Saatnya Bekerja Untuk Iklim” ini dipusatkan di Pantai Padang Galak, Desa Kesiman Petilan, Denpasar Timur melibatkan unsur TNI/Polri, ASN, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, Forkopimda, serta masyarakat di seluruh desa dan kelurahan.

Ia menyampaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat gerakan kolektif menjaga lingkungan. ”Melalui rangkaian kegiatan melibatkan seluruh elemen masyarakat, kami ingin menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Denpasar menjadi modal utama dalam mewujudkan kota yang bersih, hijau, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Gustra menjelaskan berbagai kegiatan seperti aksi bersih pantai, penanaman pohon, kampanye pemilahan sampah, sekolah, sungai hingga pelatihan masyarakat dirancang membangun kesadaran lingkungan dari berbagai lapisan masyarakat. Menurutnya, edukasi sejak usia dini serta peningkatan kapasitas masyarakat menjadi langkah strategis dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan. ”Kami ingin menanamkan budaya peduli lingkungan yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari perilaku sehari-hari masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga :  Bupati Giri Prasta Kukuhkan Perpanjang Masa Jabatan Perbekel dan BPD Kabupaten Badung

Ia mengajak seluruh masyarakat terus berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menerapkan pemilahan sampah dari sumbernya. ”Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan pengingat bahwa masa depan lingkungan berada di tangan kita bersama. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat, kami optimistis Denpasar dapat menjadi contoh kota yang berhasil membangun budaya lingkungan yang berkelanjutan,” paparnya. (pas)

Shares: