DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Perhelatan Denpasar Kite Festival IX tahun 2025 resmi dimulai di Pantai Mertasari, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Sabtu (30/8/2028).
Festival layang-layang tahunan telah menjadi agenda budaya kebanggaan Kota Denpasar ini kembali menyedot perhatian masyarakat dan wisatawan dengan semarak warna-warni layangan di langit pesisir selatan Bali.
Hari pertama penyelenggaraan, tercatat sebanyak 608 layangan berpartisipasi, berasal dari berbagai komunitas dan seka layang-layang dari seluruh Bali. Ragam layangan yang diterbangkan mencakup dua kategori utama, yakni layangan plastik dan layangan kain, dengan jenis-jenis khas Bali seperti Bebean, Pecukan, Janggan, serta layangan kreasi menampilkan inovasi bentuk dan teknik penerbangan.
Ketua Umum Pelangi Denpasar, Ir. I Wayan Mariyana Wandhira, ST., MT., menyampaikan apresiasinya atas antusiasme peserta dan masyarakat yang tetap tinggi dalam menyambut festival ini.
Ia menyebutkan selain sebagai ajang kompetisi, festival ini juga menjadi media pelestarian budaya lokal serta ruang ekspresi kreativitas generasi muda Bali. ”Festival ini bukan hanya tentang kompetisi, tapi merawat warisan budaya kita dan membangun rasa kebersamaan antargenerasi,” ujar Mariyana.
Meskipun kegiatan sudah berlangsung hari ini, kata Wadira, pembukaan resmi Denpasar Kite Festival IX dijadwalkan akan dilaksanakan pada Minggu, 31 Agustus 2025, oleh Walikota Denpasar IGN Jaya Negara. Pembukaan tersebut direncanakan meriah dengan atraksi budaya dan pelepasan layangan khas berukuran besar. ”Kami harapkan festival layangan menjadi daya tarik wisata budaya sekaligus meningkatkan ekonomi kreatif lokal, khususnya bagi perajin dan komunitas layangan di Bali,’’ harap anggota DPRD Kota Denpasar dari Partai Golkar ini. (fkb/pas)

