• Implementasi Peraturan Perjalanan Terbaru di Bandara I Gusti Ngurah Rai Berjalan Lancar dan Tertib

    FORUM Keadilan Bali – PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali telah mengimplementasikan aturan perjalanan udara terbaru seiring terbitnya Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor SE 70 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan transportasi udara pandemi Covid-19.

    Selain itu, Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor SE 71 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Luar Negeri dengan Transportasi Udara pada masa pandemi Covid-19 pada 17 Juli 2022.

    General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Handy Heryudhitiawan, mengungkapkan tidak terdapat dampak signifikan terhadap lalu lintas penerbangan di Pulau Bali atas berlakunya SE tersebut. ”Jika melihat trafik penumpang tanggal 17 Juli, terdapat 44.758 penumpang domestik maupun internasional dilayani di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. Angka tersebut justru bertambah dibandingkan tanggal 16 Juli atau sebelum penerapan SE 70 dan 71, terdapat 42.370 penumpang,” kata Handy.

    Meskipun terdapat peningkatan penumpang, lanjut Handy, tidak mempengaruhi operasional di lapangan. Diterapkanya peraturan perjalanan terbaru SE 70 dan 71 tidak mengubah alur perjalanan penumpang di bandara. Sehingga tidak terdapat penumpukan penumpang atau kendala operasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pada saat penerapan SE 70 dan 71 tersebut. Dalam SE Kemenhub No. 70 Tahun 2022 tersebut dinyatakan, Pelaku Perjalanan Orang Dalam Negeri (PPDN) dengan transportasi udara wajib mengikuti ketentuan, yakni setiap PPDN wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi melakukan perjalanan dalam negeri, PPDN yang mendapatkan vaksinasi dosis ketiga (booster) tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen, PPDN yang mendapatkan vaksinasi dosis kedua wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam atau hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan dan dapat melakukan vaksinasi dosis ketiga (booster) on-site saat keberangkatan. PPDN yang mendapatkan vaksinasi dosis pertama wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan, PPDN dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid menyebabkan tidak dapat menerima vaksinasi dikecualikan terhadap ketentuan vaksinasi. Namun wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan dan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19,  PPDN dengan usia 6-17 tahun wajib menunjukkan kartu/sertifikat vaksin dosis kedua tanpa menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen, PPDN dengan usia di bawah 6 tahun dikecualikan dari ketentuan vaksinasi dan tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen, namun wajib melakukan perjalanan dengan pendamping yang telah memenuhi ketentuan vaksinasi dan pemeriksaan Covid-19 serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

    Baca Juga :   Pemerintah Arahkan Bangun Rumah Anti Gempa di Cianjur

    Sedangkan dalam SE Kemenhub No. 71 Tahun 2022 tersebut dinyatakan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dengan transportasi udara wajib mengikuti ketentuan sebagai berikut, PPLN diwajibkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan mengunduh aplikasi tersebut sebelum keberangkatan, menunjukkan kartu/sertifikat vaksinasi Covid-19 (fisik atau digital) dosis kedua seminimalnya 14 (empat belas) hari sebelum keberangkatan, WNI PPLN yang belum mendapatkan vaksin akan divaksinasi di entry point setelah dilakukan pemeriksaan gejala di entry point saat kedatangan atau di tempat karantina setelah dilakukan pemeriksaan RT-PCR di hari ke-4 karantina dengan hasil negative, WNA PPLN yang sudah berada di Indonesia dan akan melakukan perjalanan, baik domestik maupun internasional, diwajibkan untuk melakukan vaksinasi melalui skema program atau gotong royong sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

    Handy menambahkan, saat ini terdapat fasilitas pelayanan vaksinasi tersedia di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. ”Pelayanan vaksinasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dimulai sejak tanggal 7 Juli 2022. Khusus tanggal 16 Juli – 8 Agustus 2022, fasilitas vaksinasi dipindahkan ke Posko Terpadu Vaksinasi terletak di antara area kedatangan dan keberangkatan domestik dan melayani setiap hari pukul 08.30 – 13.00 WITA,” tambahnya.

    Dari tanggal 7 – 17 Juli 2022, kata Handy, pelayanan vaksinasi Covid-19 dikerjasamakan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Denpasar, telah dilayani 42 orang atau pasien. Berdasarkan dari data tersebut, karena sesuai persentase vaksinasi Covid-19 di Provinsi Bali sudah tinggi. Fasilitas pelayanan vaksinasi diselenggarakan dalam rangka peningkatan pelayanan kepada para pengguna jasa dan meningkatkan cakupan vaksinasi di Pulau Bali. ”Kami berharap pelayanan vaksinasi di Bandara Internasional I Gusi Ngurah Rai Bali dapat dimanfaatkan masyarakat,” harap Handy.