Nasional

Indonesia Walk For Peace Selaras Nangun Sat Kerti Loka Bali, Koster: Inspirasi Toleransi dan Kedamaian Dunia
Diterbitkan: 10 Mei 2026, 07:48

BULELENG, FORUMKEADILANBali.com – Para Bhikkhu (biksu) dari sejumlah negara Asia Tenggara akan memulai rangkain kegiatan jelang Hari Suci Waisak 31 Mei 2026. Satu diantaranya yang menarik perhatian dunia yakni Indonesia Walk For Peace 2026.

Kurang lebih 50 bhikkhu akan memulai perjalanan suci dan damai mulai 9-28 Mei dari  Brahma Vihara Arama Singaraja Buleleng Bali menuju Candi Borobudur Magelang DI Yogyakarta.

Gubernur Bali Wayan Koster hadir dan memberikan sambutan sebelum perjalanan suci dimulai. Koster mendampingi Wakil Menteri Agama, Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., yang akrab disapa Romo Syafi’i.

Koster menyampaikan, kegiatan suci umat budha ini selaras dengan upaya visi masyarakat Bali ”Nangun Sat Kerti Loka Bali”. “Kita semua respect dan hormat. Jadi kegiatan ini tidak sebatas kegiatan fisik keagamaan yang sacral, tapi juga membawa kesan kedamaian dipancarkan dari Bali dan akan melintasi 4 provinsi,” kata Gubernur Koster di rahma Vihara Arama Singaraja Buleleng, Sabtu (9/5/2026).

Koster meyakini perjalanan suci para bikkuh akan menjadi perhatian masyarakat dunia. “Luar biasa dan ini sangat sejalan dengan upaya kita bersama di Bali dengan visi nangun Sat Kerti Loka Bali, yaitu menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera bahagia niskala sekala,” jelas Gubernur Bali dua periode ini.

Koster berharap, kegiatan yang dijalankan dengan niat mulia dan suci ini menjadi sumber inspirasi bagi semua orang di dunia tidak saja masyarakat Bali. “Ini jadi inspirasi bangsa Indonesia untuk selalu hidup dengan penuh toleransi dan penuh kedamaian,” ujar Koster.

Koster mengajak semua pihak di Bali dan tiga provinsi lain yang dilewati para bhikkhu agar memberikan dukungan demi kelancaran dan kesuksesan perjalanan suci ini.

Baca Juga :  Sekda Adi Arnawa Ikut Tanam 10.000 Mangrove di Kawasan Tahura Tanjung Benoa

Untuk diketahui, para Bhikkhu ini berasal dari Laos, Thailand, Kamboja, dan Malaysia. Mereka akan didampingi bhikkhu dari Indonesia termasuk dari Bali. Mereka akan menempuh Bali – Borobudur dengan berjalan kaki selama 20 hari.

Wakil Menteri Agama, Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i menyampaikan apresiasi agenda suci umat Buddha ini. “Kita mengapresiasi. Ternyata sejak bawak ajaran umat beragama di Indonesia, sebelum kita menerapkan politik toleransi dan moderasi sudah punya fondasi yang sama. Bagaimana mereka dengan upaya yang maksimal meninggalkan hawa nafsunya. Kemudian mereka menebar kedamaian dan sebenarnya itu sudah kita rasakan sejak ratusan tahun yang lalu di Bumi Nusantara,” jelasnya.

Menurut dia, masyarakat Indonesia telah hidup dengan penuh kedamaian dan toleransi yang ini kemudian dikuatkan oleh pemerintah dengan politik toleransinya. “Ternyata kegiatan ini mendapat dukungan dari kepala-kepala daerah yang semuanya berbeda agama. Itu bukti bahwa semua agama kita mengajarkan kedamaian, persaudaraan, kasih sayang, dan toleransi,” katanya.

Hadir dalam kegiatan Indonesia Walk For Peace 2026, Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra, Forkopimda Bali dan Buleleng, Forum Kerukunan Umat Beragama dan para pihak terkait. (fkb/pas)

Shares: