TABANAN, FORUMKEADILANBali.com – Penataan atau redesain jantung Kota Singasana, Tabanan mulai Juni 2026 akan ditata. Tujuannya mempercantik dan menjaga keasrian suasana kota. Hal itu disampaikan Bupati Tabanan Dr. I Koman Gede Sanjaya, Sabtu (9/5/2026).
Sanjaya menjelaskan, penataan Pasar Induk Tabanan tersebut dimulai dengan pemindahan sementara para pedagang ke luar pasar. ”Pemenang tender penataan Kota Singasana ini sudah ada. Tinggal melaksanakan saja,’’ tegas Sanjaya.
Sebelumnya, dia mengungkapkan Pemkab Tabanan juga menyiapkan anggaran yang sudah disetujui anggota DPRD Tabanan. Penataan juga dilakukan dengan mempercantik pertokoan yang berjejer di sepanjang Jalan Gajah Mada. Kota Tabanan (sebelum jadi Kota Singasana) sejatinya sudah ada sejak lama dan dibilang sebagai bangunan tua.
Sanjaya yang lahir dan besar di kota itu mengaku, sederatan toko di jantung Kota Singasana telah ada sejak tahun 1970-an. Jika dilihat dari perkembangan zaman modern sekarang, kondisi toko-toko tersebut mulai rusak, terkesan kumuh, dan tidak teratur atau semrawut. ’’Arus lalu lintas juga tidak baik, karena sering ada kemacetan,’’ tegas Sanjaya.
Menurutnya, jantung Kota Singasana perlu ditata karena merupakan pusat ekonomi (dagang), sehingga terlihat cantik dan asri, termasuk memberi nilai tambah ekonomi. ’’Penataan ini juga demi masyarakat atau para pedagang di sana. Kalau sudah cantik, lebih banyak orang datang sehingga pasar jadi ramai dan meningkatkan daya beli,’’ ungkap Bupati Tabanan ini.
Penataan toko di pinggir Jalan Gajah Mada tersebut, tambah Sanjaya, dipercantik dengan penambahan pilar berstil Bali ditambah cawan-cawan yang unik. Berikutnya atap-atap atau samping toko ditata seperti berbentuk jineng ditambah lampu-lampu. Sedangkan insfrastruktur jalan, rencananya dipavingisasi sehingga kedudukannya jadi bagus. ”Pemkab Tabanan nanti bicara dengan para pemilik toko untuk memberi pemahaman bahwa penataan ini semata-mata untuk mempercantik wajah Kota Singasana. Kami-lah (Pemkab Tabanan) yang akan membiayai semuanya,’’ tegas Sanjaya.
Ditanya mengenai toko-toko yang bakal diredesain, Sanjaya menyebut dimulai dari tikungan Banjar Sakenan (bekas Kantor Damkar Tabanan), berlanjut ke Jalan Gajah Mada hingga berujung di Toko Cakra (batas bagian barat). Pasca-penataan, Kota Singasana tentu menjadi indah, sehingga warga yang masuk kota lebih senang dan nyaman. Tak hanya sampai di sana.
Menghindari kesemrawutan wajah kota akibat spanduk atau baliho, lanjut Sanjaya, Pemkab Tabanan berencana membangun videotron di tempat-tempat tertentu. Jika ada pihak-pihak yang beriklan dapat menyewa videotron yang diatur Pemkab Tabanan. Berikutnya kabel-kabel yang semrawut pun bakal ditata dengan sistem tanam di tanah. Jika ada kegiatan adat dan budaya, kabel-kabel yang sebelumnya berjuntai tidak sampai mengganggu.
Khusus mengenai toko-toko lama di dalam pasar induk Gadarata, Sanjaya menyebut sudah di-KPBU-kan melalui Menteri Keuangan (Menkeu). ’’Astungkara, sesuai kajian Bapenas dan Bapeda Tabanan, sudah sembilan puluh persen. Mungkin masih mencari investor untuk membangun pasar induk tersebut,’’ tambahnya.
Pemkab Tabanan tetap berupaya mempertahankan para pedagang di pasar induk Gadarata dengan penambahan basement (lantai bawah tanah) untuk parkir kendaraan. Sedangkan di atas pasar induk, rencananya ada food center (pusat kuliner) dan di lantai paling atas ada bioskop sesuai yang diidam-idamkan warga Tabanan. (fkb)

