Kota Denpasar Tampilkan Garapan Manah Toya Ning di Peed Aya PKB XLIV

FORUM Keadilan Bali – Peed Aya (Pawai) Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIV tahun 2021 dibuka secara resmi oleh Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian di Depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandi, Denpasar, Minggu (12/6).

Duta Kota Denpasar turut andil dalam pelaksanaan pawai  tersebut. Garapan bertajuk ”Manah Toya Ning” menjadi konsep penampilan yang dibawakan oleh Sekeha Asti Sweta Swara, Kelurahan Sesetan Denpasar. 

Tak hanya Mendagri Tito Karnavian, rangkaian pawai dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekraf, Sandiaga S. Uno. Tampak Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dan Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Ketua TP. PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara dan Sekda Kota Denpasar IB Alit Wiradana. 

Diawali papan nama Pemerintah Kota Denpasar, rangkaian Peed Aya Duta Kota Denpasat menampilkan peragaan busana Bali Payas Agung, dilanjutkan dengan Penari Legong, Penari Kedis Kokokan yang diriingi dengan Gambelan Bumbang. Tak hanya itu, iringan Tedung, Bebandrangan dan Ubon-ubon. Dilanjutkan dengan tradisi Megayod dan Ogoh-ogoh Dewi Danu yang diiringi Tabuh Adhi Merdangga. 

Kordinator Seka I Made Widiartha menjelaskan, masyarakat Kota Denpasar sangat memahami peran penting dari air sebagai sumber kehidupan. Sehingga air bagi masyarakat Kota Denpasar harus dihormati dan dilindungi keberadaannya dari hulu hingga ke hilir. 

Lebih lanjut Widiartha menjelaskan, pawai Pesta Kesenian Bali kali ini Duta Kota Denpasar diwakili oleh Seka Asti Sweta Swara Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan membawakan kesenian dan tradisi khas Kota Denpasar dalam balutan prosesi ”Manah Toya Ning”. Konsep ini lahir dari sebuah tradisi budaya pada Masyarakat Hindu di Bali dalam rangkaian Upacara Ngaben/Pelebon. 

Baca Juga :   Pemkot Denpasar Kembali Gelar  D’Youth Fest dan Denfest

”Dalam pawai Duta Kota Denpasar hanya menampilkan miniatur dari prosesi manah Toya Ning yang sering dilakukan saat upacara palebon atau ngaben yang memiliki makna agar manusia dilapangkan jalannya menuju sunia loka atau kehidupan yang abadi setelah tiada,” jelasnya. 

Prosesi ini menunjukkan bagaimana air benar-benar menjadi sarana yang sangat berguna bagi manusia tidak hanya dalam kehidupan. Namun saat telah tiadapun air dalam bentuk tirta menjadi penting bagaikan kunci yang digunakan umat Hindu di Bali dalam menuju pembebasannya,” imbuhnya

Sementara Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat diwawancarai disela-sela meninjau kesiapan tim kesenian pawai mengatakan, Pemkot Denpasar mendukung penuh pelaksanaan PKB setiap tahunya. Ajang PKB ini dapat menjadi wahana bagi seniman Kota Denpasar untuk mengembangkan seni dan kebudayaan serta kearifan lokal Bali khususnya Kota Denpasar sebagai ajang pelestarian dan penguatan dalam berkesenian. ”PKB merupakan ajang apresiasi seni bagi seluruh seniman di Kota Denpasar sebagai upaya pelestarian dan pengembangan seni di Kota Denpasar,” jelas Jaya Negara.

Pemkot Denpasar mengirimkan 24 tim duta kesenian yang akan berlaga di PKB XLIV.Tahun ini sebanyak 1.910 seniman turut terlibat dalam PKB. Selain mengikuti pelepasan Peed Aya di Kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandi, Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa bersama istri, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa turut menghadiri pementasan perdana gelaran PKB XLIV tahun 2022 yang ditandai dengan Rekasedana Sendratari Catur Kumba Mahosadhi.