Nasional

Kurangi Resiko Bencana, FPRB Bangli Tanam Ratusan Pohon di Dua Lokasi
Diterbitkan: 7 Desember 2025, 18:17

BANGLI, FORUMKEADILANBali.com – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bangli menunjukkan komitmen kuatnya mencegah dan mitigasi bencana melalui kegiatan reboisasi masif yang dilaksanakan di dua lokasi, Minggu (7/12/2025).

Ketua FPRB Bangli, Dr. I Wayan Wiwin, SST., Par, M.Par., memimpin langsung penanaman pohon berfokus pada dua lokasi strategis dianggap rentan di Kabupaten Bangli, yakni di area Pura Munggu Desa Abang Batudinding, Kecamatan Kintamani dan area Pura Pucak Sari, Penarukan, Desa Pulasari, Kecamatan Tembuku. ”Kegiatan reboisasi ini bagian integral dari upaya kami mengurangi risiko bencana, terutama longsor dan kekeringan di Kabupaten Bangli. Dengan menanam pohon, kita memperkuat daya dukung alam dan melindungi masyarakat dari potensi bahaya di masa depan,” ujar Wiwin.

Doktor asal Sidembunut itu menjelaskan berbagai jenis pohon ditanam sumbangan dari para donator, dan pengusaha serta Balai Pengelolaan DAS Unda Anyar. Dijelaskan kegiatan reboisasi ini akan dilaksanakan di lima titik tersebar di empat kecamatan di seluruh Kabupaten Bangli.

Wiein mengungkapkan FPRB Bangli menanam berbagai jenis pohon memiliki fungsi ekologis penting, di antaranya pohon alpukat, cemara, jambu, bambu kuning, sandat, jaka aren, sukun dan pohon majegau. ”Pemilihan jenis pohon ini tidak hanya penghijauan, tetapi konservasi tanah dan air yang efektif serta untuk sarana upakara adat,’’ katanya.

Antusiasme terhadap kegiatan ini terlihat dari kehadiran para peserta diantaranya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Bangli, perwakilan perangkat daerah terkait serta Plt. Kepala Desa Abang Batu Dingding. Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Bangli terhadap inisiatif FPRB.

Selain itu, ucap Wiwin, pengurus FPRB Bangli, anggota ORARI Bangli dan tokoh masyarakat setempat turut berpartisipasi aktif, menunjukkan sinergi antara pemerintah, organisasi non pemerintah, dan komunitas mewujudkan lingkungan lebih aman dan lestari. ”Kami berharap kegiatan reboisasi ini menjadi langkah awal berkelanjutan dan menginspirasi komunitas lain untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga kelestarian alam demi meminimalisir dampak buruk bencana,’’ harapnya. (fkb/pas)

Baca Juga :  Bupati Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta Ucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Caka 1948, Ajak Jaga Toleransi dan Kondusivitas
Shares: