Nasional

Parade Ogoh-Ogoh Desa Adat Padang Luwih, Wabup Badung Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda
Diterbitkan: 21 Maret 2026, 16:01

BADUNG, FORUMKEADILANBali.com – Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta membuka Parade Ogoh-Ogoh Yowana Desa Adat Padang Luwih II mengusung tema “Sundaran Sanjaya Amerta: Spirit Harmoni Untuk Mencapai Kemenangan Diri Demi Mewujudkan Kesejahteraan Hidup”, Rabu (18/3/2026).

Wabup Bagus Alit Sucipta menegaskan parade ini bukan sekadar atraksi budaya, melainkan media edukasi sosial membangun karakter generasi muda. ”Parade ogoh-ogoh ini merupakan wujud nyata pelestarian seni, adat, dan budaya Bali diwariskan turun-temurun. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang aktualisasi bagi generasi muda dalam mengekspresikan kreativitas secara positif dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia menambahkan kebijakan peningkatan anggaran merupakan investasi sosial untuk mencetak generasi yang kreatif dan berintegritas. Kebijakan ini bukan semata-mata bentuk fasilitasi, tetapi investasi sosial dalam membangun generasi muda yang kreatif, berintegritas, dan berdaya saing. ”Generasi muda ujung tombak keberlanjutan budaya dan pembangunan daerah,” tegasnya.

Bagus Alit Sucipta mendorong pemberdayaan undagi lokal agar talenta muda Badung memiliki identitas budaya yang kuat. Terkait pelaksanaan Hari Raya Nyepi, ia mengajak masyarakat menjaga ketertiban dan toleransi. ”Saya menghimbau seluruh masyarakat untuk melaksanakan Catur Brata Penyepian dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, sehingga tercipta suasana yang aman, nyaman, dan kondusif. Selain itu, penting bagi kita terus menjaga toleransi dan keharmonisan sosial di tengah keberagaman masyarakat,” pesannya.

Wabup mengingatkan Nyepi adalah warisan budaya dunia yang harus dijaga kolektif. ”Nyepi bukan hanya milik umat Hindu, tetapi warisan budaya Bali telah dikenal dunia. Karena itu, pelestariannya menjadi tanggung jawab bersama, termasuk dalam mendukung keberlanjutan sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Padang Luwih, I Ketut Adi Ardana menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh pemerintah. Ia menekankan parade ini merupakan simbol soliditas antara pemerintah, desa adat, dan generasi muda. Kegiatan ini wujud nyata sinergi kami dalam menjaga akar budaya. ”Melalui parade ini, kami tidak hanya menampilkan karya seni, tetapi mempererat tali persaudaraan dan komitmen kolektif krama desa dalam melestarikan warisan leluhur di tengah arus modernisasi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Buka Pawai Budaya HUT Ke-254 Kota Gianyar, Wagub Giri Prasta Komit Dukung Pelestarian Adat, Seni dan Budaya

Ketua Panitia, Gusti Bagus Dwipayana menjelaskan parade tahun ini diikuti enam Sekaa Teruna Teruni (STT) dari seluruh banjar adat di wilayah Padang Luwih. Setiap peserta menampilkan karya terbaik yang memadukan kreativitas seni dengan nilai spiritualitas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua WHDI Kabupaten Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta, Camat Kuta Utara I Putu Eka Parmana, Perbekel Desa Dalung I Gede Putu Arif Wiratya, Prajuru Adat dan Dinas, tokoh masyarakat, serta seluruh krama Desa Adat Padang Luwih. (pas)

Shares: