Nasional

Pemkot Denpasar Paparkan Komitmen Pembangunan Responsif Gender dalam Verifikasi Lapangan PUG 2025
Diterbitkan: 2 November 2026, 18:46 | Diperbarui: 2 November 2026, 18:47

Wali Kota Jaya Negara: Kesetaraan Gender Harus Dirasakan Seluruh Lapisan Masyarakat Tanpa Terkecuali

DENPASAR, FORUMKRADILANBali.com – Pemerintah Kota Denpasar mengikuti pelaksanaan verifikasi lapangan evaluasi penyelenggaraan Pengarusutamaan Gender (PUG) tahun 2025 (PLE 2026) secara virtual melalui zoom meeting, di Kantor Wali Kota Denpasar, Senin (2/11/2026).

Kegiatan dihadiri Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama jajaran Tim Pokja PUG Kota Denpasar.

Verifikasi lapangan ini bagian dari tahapan evaluasi untuk melihat sejauh mana komitmen dan implementasi kebijakan Pengarusutamaan Gender telah dilaksanakan dalam penyelenggaraan pembangunan di Kota Denpasar. Penilaian mencakup berbagai aspek, mulai dari kebijakan, kelembagaan, perencanaan dan penganggaran responsif gender, hingga pelaksanaan program dan inovasi yang mendukung terwujudnya kesetaraan gender.

Dalam pemaparannya, Wali Kota Jaya Negara menyampaikan meskipun verifikasi lapangan dilaksanakan secara virtual, hal tersebut tidak mengurangi rasa hormat, antusiasme, serta semangat Pemerintah Kota Denpasar dalam memaparkan komitmen dan berbagai karya nyata pembangunan responsif gender.

Menurutnya, pengarusutamaan gender bukan sekadar program atau kegiatan, melainkan strategi pembangunan yang mengintegrasikan perspektif gender ke dalam seluruh tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pelaporan, pemantauan hingga evaluasi kebijakan dan program pembangunan. “Komitmen kami di Kota Denpasar sudah sangat jelas, dan seluruh aspek pembangunan harus dapat dirasakan oleh siapa saja tanpa terkecuali, baik laki-laki, perempuan, anak-anak, penyandang disabilitas, lansia maupun kelompok rentan lainnya. Pembangunan harus memberikan manfaat secara adil dan merata bagi seluruh masyarakat,” ujar Jaya Negara.

Jaya Negara mengungkapkan proses evaluasi tahun ini, seluruh instrumen mencakup tiga indikator utama revitalisasi PUG, yakni pelembagaan PUG, pelaksanaan PUG, dan inovasi, telah diisi dan disampaikan kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Baca Juga :  Sekda Adi Arnawa Pimpin Panganyaran Pemkab Badung di Pura Ulun Danu batur

Menurut Jaya Negara, capaian administrasi dan dokumen harus selaras dengan implementasi nyata di lapangan. Pemkot Denpasar terus menggerakkan sinergi pentahelix dengan melibatkan unsur pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media. Memastikan percepatan pengarusutamaan gender berjalan secara nyata terus memperkuat sinergi pentahelix. ”Kami ingin memastikan bahwa keadilan gender bukan hanya berbicara mengenai kesetaraan peran, tetapi juga pemenuhan kebutuhan yang berkeadilan gender,” paparnya.

 

Implementasi PUG juga terus didorong hingga tingkat akar rumput. Sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), desa dan kelurahan di Kota Denpasar diposisikan sebagai lokus strategis dalam mewujudkan pembangunan responsif gender. Salah satunya melalui penyusunan perencanaan pembangunan desa yang responsif gender dengan berpegang pada prinsip No One Left Behind atau tidak seorang pun tertinggal.

Ia menyampaikan seluruh Tim Pokja PUG Kota Denpasar bersama para pemangku kepentingan telah hadir untuk mengikuti proses verifikasi, berdiskusi, serta memberikan klarifikasi terhadap dokumen dan inovasi PUG yang telah dilaksanakan. “Kami sangat terbuka terhadap saran, masukan, dan arahan dari tim verifikator demi menyempurnakan kualitas pelaksanaan Pengarusutamaan Gender di Kota Denpasar ke depan. Harapan kami, proses verifikasi ini dapat berjalan lancar, menghasilkan penilaian yang objektif, serta menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Prita Ismayani Sriwidyarti, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar, khususnya seluruh perangkat daerah dan pihak terkait, atas komitmen serta partisipasinya dalam menyampaikan data dan informasi mengenai perkembangan penyelenggaraan Pengarusutamaan Gender beserta capaian yang telah dilaksanakan.

Ia menjelaskan verifikasi lapangan merupakan bagian penting dari rangkaian evaluasi penyelenggaraan PUG 2025. Pelaksanaan secara daring pada tahun ini dilakukan dengan mempertimbangkan kebijakan efisiensi anggaran dan kegiatan. Meski demikian, proses verifikasi tetap diharapkan dapat berjalan optimal melalui pendalaman dan konfirmasi data bersama pemerintah daerah.

Baca Juga :  <strong>LaNyalla Mataliti Terpilih Secara Aklamasi Jadi Ketua Umum PB Muaythai Indonesia</strong>

Ia menjelaskan data dan informasi yang disampaikan pemerintah daerah sangat penting untuk memberikan gambaran secara utuh mengenai kemajuan, tantangan, serta berbagai upaya yang telah dilakukan dalam penyelenggaraan PUG. Melalui verifikasi lapangan dapat memperoleh gambaran yang komprehensif dan objektif mengenai kebijakan, kelembagaan, serta capaian Pengarusutamaan Gender di Kota Denpasar. ”Kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan penjelasan serta data pendukung yang relevan, termasuk tantangan dan perbaikan yang telah dilakukan,” harapnya.

Ditambahkan, hasil evaluasi ini dapat menjadi landasan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan dan strategi pembangunan yang lebih efektif, inklusif, serta berkelanjutan bagi perempuan maupun laki-laki.

Tim Verifikator, Galuh Sekar mengapresiasi pemahaman dan kesiapan Pemerintah Kota Denpasar dalam pelaksanaan Pengarusutamaan Gender. Menurutnya, Kota Denpasar telah menunjukkan pemahaman yang baik terhadap implementasi PUG, yang tercermin dari kemampuan seluruh perangkat daerah dalam memberikan pemaparan secara jelas, tegas, dan kompeten.

Ia menilai, koordinasi serta pemahaman perangkat daerah terhadap substansi Pengarusutamaan Gender menjadi salah satu hal penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan PUG di daerah. “Dari pemaparan yang kami ikuti, Kota Denpasar sudah memahami pelaksanaan Pengarusutamaan Gender. Seluruh perangkat daerah juga terlihat sangat kompeten dan tegas dalam memberikan penjelasan. Dengan kesiapan dan pemahaman yang ditunjukkan, diharapkan hasil evaluasi Kota Denpasar tahun ini dapat lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkap Galuh Sekar. (pas)

Shares: