KesehatanNasional

Percepat Deteksi Kasus TB di Denpasar, Penderita TB Sembuh Diminta Jadi Agen
Diterbitkan: 31 Maret 2023, 16:47 | Diperbarui: 31 Maret 2023, 19:01

FORUM Keadilan Bali – Masih ada masyarakat rentan terhadap TB tidak mau berobat menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Denpasar dalam entaskan kasus TB di Kota Denpasar.

Hal tersebut disampaikan Kabid Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Denpasar, dr. Anak Agung Ngurah Gede Dharmayuda, M.Kes., disela-sela penyerahan bantuan sembako kepada 150 penderita TB di Kota Denpasar, di kantor cabang PPTI Kota Denpasar, Jumat (31/3).

”Kami berharap menditeksi secara dini penderita kasus TB di Kota Denpasar yang telah sembuh agar menjadi agen informasi bagi masyarakat yang rentan kena kasus TB,” ujarnya.

Menurutnya masyarakat rentan kena kana kasus TB salah satu keluarganya kena TB. Karena itu, perlu dilakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak kena TB.

Lebih lanjut dr. Dharmayuda menambahkan di tahun 2023 Pemerintah Kota Denpasar menargetkan 27 ribu pendeteksian masyarakat yang rentan kena kasus TB. Adanya agen langsung dari penderita TB yang sembuh diharapkan dapat memberikan informasi benar pada masyarakat sekitar.

Terkait pemberian sembako kepada penderita, dr. Dharmayuda berharap dapat membantu meningkatkan asupan gizi penderita serangkaian hari TB sedunia dan HUT ke-235 Kota Denpasar. Penderita TB pasti sembuh bila mengikuti aturan pengobatan telah ditentukan, yaitu minum obat tanpa putus selama 6 bulan. Selain itu, menjaga kesehatan melalui asupan gizi dan olah raga serta tetap menjaga kebersihan lingkungan. ”Kami harapkan penderita jangan putus asa meminum obat. Meminum obat sesuai aturan yang telah ditentukan,” harap dr. Dharmayuda meyakinkan penderita TB, obat yang didapatkan dari puskesmas gratis.

Ketua Badan PPTI Cabang Kota Denpasar dr. I Made Sudhana Satrigraha mengungkapkan pemberian sembako membantu meningkatkan gizi penderita. Saat ini baru 150 paket sembako di serahkan dan per tahun dianggarkan 1.000 paket sembako.

Baca Juga :  Desa Dauh Puri Kangin Bersama Disdukcapil Denpasar Jemput Bola Rekam KTP Elektronik Lansia

dr. Sudhana menjelaskan sampai saat ini jumlah kasus TB di Kota Denpasar fuluktuatif setiap tahun. Sesuai data tahun 2020 jumlah kasus TB di Denpasar 1.086 kasus. Disusul tahun 2021 sebanyak 1.050 kasus dan tahun 2022 1.363 kasus. Dari kasus ini ada tingkat masyarakat beresiko harus menjadi perhatian serius bila ada keluar kena TB. ”Kami minta masyarakat ada kerluarganya pernah kena TB agar keluarga yang lain melakukan pemeriksaan ke puskesmas terdekat untuk menekan pertumbuhan kasus TB di Kota Denpasar,’’ pintanya.

Salah seorang penderita TB, Ketut Sulatri (28 tahun) tinggal di Gatsu Timur mengatakan, sebelumnya ia menderita batuk tanpa henti sebulan. Setelah melakukan pemeriksaan ke dokter batuknya sempat sembuh. Namun beberapa minggu kembali batuk. Atas saran dari petuga PPTI melakukan pengecekan dahak diketahui positif TB. ”Saya minum obat selam 3 minggu dan batuk sudah berhenti,” ujarnya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan dan petugas PPTI selalu memberikan perhatian bagi penderita TB. (I Gusti Ketut Sudiatmika-Analis Kebijakan Ahli Muda)

Shares: