Nasional

Percepat Penguatan Infrastruktur Darat hingga Laut, Gubernur Koster Lobi Menteri PPN/Kepala Bappenas RI
Diterbitkan: 12 Februari 2026, 15:45 | Diperbarui: 12 Februari 2026, 18:30

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com -Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Ketua TP PKK Provinsi Bali Ibu Putri Suastini Koster menerima Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy yang hadir bersama istri Ny. Ninuk Mardiana Estilistiati Pambudy di Kediaman Resmi Gubernur Bali Gedung Jayasabha, Rabu (11/2/2026).

Pertemuan tersebut dimanfaatkan Gubernur Koster untuk mengajukan dukungan Menteri PPN/Kepala Bappenas terkait percepatan penguatan infrastruktur darat hingga laut.

Gubernur Koster mengawali paparan dengan menginformasikan capaian Daerah Bali tahun 2025 mengacu pada data BPS Provinsi Bali. Disampaikan, pertumbuhan ekonomi Bali tahun 2025 secara kumulatif tercatat sebesar 5,82 persen, meningkat 0,34 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 5,48 persen. Sejalan dengan itu, pendapatan per kapita masyarakat Bali pada 2025 mencapai Rp. 72,66 juta, meningkat Rp. 5,34 juta dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp. 67,32 juta.

Gubernur Koster menyampaikan sejumlah program penguatan infrastruktur yang saat ini tengah menjadi program prioritas. “Saat ini kami fokus pada peningkatan infrastruktur di sejumlah wilayah seperti Buleleng, Karangasem, Tabanan dan lainnya. Ini bertujuan untuk pemerataan,” ujarnya.

Gubernur Koster mengatakan dirinya telah menemui Menteri PU di Jakarta untuk mendapatkan dukungan. “Saya mohon Pak Menteri mendorong agar lebih mantap lagi,” harap Gubernur Bali dua periode.

Pembangunan infrastruktur menurutnya butuh perhatian adalah kepastian keberlanjutan Tol Gilimanuk-Mengwi sepanjang 96,84 km. “Kami butuh kepastian keberlanjutan pembangunan jalan tol ini karena sangat penting untuk mengurai kemacetan,” cetusnya.

Gubernur kelahiran Desa Sembiran, Buleleng ini mengutarakan upaya pengurangan angkutan logistik yang melewati jalur darat. Menurutnya Bali membutuhkan peningkatan kapasitas tiga pelabuhan yaitu Celukan Bawang, Amed dan Kusamba.

Ia menilai sangat penting agar kendaraan logistik dari Ketapang bisa turun di Pelabuhan Celukan Bawang. Sementara Bali Timur bisa ditangani di Pelabuhan Amed atau Kusamba. Jika keberadaan tiga pelabuhan ini bisa diperkuat, maka  akan mengurangi volume kendaraan logistik yang melalui jalur darat dan selama ini sering menimbulkan kemacetan. “Ini akan mengurai kemacetan yang biasanya terjadi akibat tingginya mobilitas angkutan logistik,” ucapnya.

Baca Juga :  Serahkan Bantuan Sosial Korban Bencana, Bupati Satria Imbau Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau Panjang

Gubernur yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Bali ini minta dukungan pusat untuk peningkatan fungsi Pengambangen yang dikenal sebagai pelabuhan ikan.

Sementara Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat Gubernur Bali Wayan Koster. “Ini kunjungan kedua saya ke sini dan merupakan kehormatan bagi kami. Apalagi Ibu Putri juga turut mendampingi,” ujarnya.

Menteri Pambudy bertandang membawa jajaran deputi menegaskan komitmennya mendukung Bali agar lebih maju dan berkembang.

Menurut dia, Bali adalah wajah Indonesia. “Bali ini kita ibaratkan cermin Indonesia. Mau bagus maupun tidak bagus,” katanya.

Sesuai permintaan Gubernur Koster, Kementerian PPN/Bappenas akan memprioritaskan pengembangan infrastruktur Daerah Bali. “Bukan hanya darat dan laut, udara juga. Termasuk infrastruktur digitalisasi juga mesti dipercepat,” tambahnya.

Sebagai bukti keseriusan, di tengah pertemuan Pambudy langsung menelepon beberapa menteri terkait.

Menteri Pambudy menyinggung pentingnya penguatan sektor pertanian. Karena ia ingat betul, saat pandemi Covid-19, sektor pertanianlah yang memback-up perekonomian Daerah Bali.

Menanggapi hal ini, Gubernur Koster menegaskan pertanian juga menjadi prioritas dalam program pembangunan Bali saat ini. “Kami tengah gencar mengembangkan pertanian organik,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan pihaknya tengah mendorong budidaya bawang putih lokal. ”Pangan kita surplus, hanya bawang putih yang masih tergantung dari luar. Ini jadi perhatian kami,” imbuhnya.

Melengkapi penjelasan Menteri Pambudy, Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan Kementerian PPN Eka Chandra Buana merinci sejumlah proyek infrastruktur Bali yang sudah masuk agenda perencanaan nasional, termasuk keberlanjutan Tol Gilimanuk-Mengwi. “Ada LRT, untuk bandara baru masih dalam tahap skema,” jelasnya.

Sementara itu, Ibu Putri Koster yang juga selaku Ketua Dekranasda Provinsi Bali menyampaikan harapan agar Bali bisa menjadi super hub pemasaran produk kerajinan dari berbagai daerah.

Baca Juga :  Diduga Langgar Izin Tinggal, DJ WNA Diamankan Imigrasi Ngurah Rai

Gubernur Bali menyerahkan cendera mata berupa kain tenun endek kepada Menteri Pambudy. Sebaliknya, Menteri Pambudy menghadiahkan sejumlah buku dan kopi.

Sedangkan Ibu Putri Koster menyerahkan dua cendera mata istimewa kepada Ny. Ninuk Mardiana Estilistiati Pambudy. Cendera mata itu berupa tas anyaman ate dan tas berbahan kulit sapi dengan ukiran khas Bali. Ny. Ninuk Pambudy nampak sangat terkesan dengan cendera mata yang diberikan Ibu Putri Koster. (fkb/pas)

Shares: