Kesehatan

Peringatan Hari AIDS Sedunia 2025, KPA Denpasar Bagikan Bunga dan Pita di Kawasan Catur Muka
Diterbitkan: 1 Desember 2025, 17:44

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Denpasar bersama Dinas Kesehatan Kota Denpasar memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS) 2025 membagikan bunga mawar dan brosur edukasi kepada masyarakat yang melintas di kawasan Catur Muka Denpasar, Senin (1/12/2025).

Selain itu, membagikan pita merah sebagai bentuk kepedulian terhadap penyebaran virus HIV/AIDS hingga kini masih menghantui masyarakat. Tema peringatan Hari AIDS Sedunia di Kota Denpasar tahun ini bertajuk “Bergerak Bersama, Bersuara: Ayo Kolaborasi”.

Wakil Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa selaku Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Denpasar didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. AA. Ayu Agung Candrawati secara terpisah mengatakan kegiatan ini memberikan dukungan dan peningkatan pemahaman kepada masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan HIV/AIDS serta pengurangan stigma di masyarakat.

Arya Wibawa menyampaikan komitmennya pencegahan dan penanganan HIV/AIDS di Kota Denpasar. Ia terus mendorong pencegahan stigma negatif kepada ODHIV di masyarakat. Jika masih terjadi stigma negatif para ODHIV dapat berkoordinasi dengan KPA Kota Denpasar.

Sementara Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Denpasar, Tri Indarti mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian peringati Hari AIDS Sedunia (HAS) 2025 dengan membagikan bunga mawar dan brosur kepada  masyarakat melintas di kawasan Catur Muka. Kegiatan ini sebagai pengingat untuk masyarakat menjaga kesehatan mengingat kasus HIV/AIDS masih menghantui. “Jumlah kasus HIV/AIDS dari tahun ke tahun masih terus mengalami peningkatan. Sampai September 2025, jumlah kasus HIV/AIDS dari akses layanan kesehatan di Kota Denpasar (laporan Dinas Kesehatan Kota Denpasar-red) sebanyak 17.028 kasus, yaitu HIV sebanyak 9.824 kasus, dan AIDS 7.254 kasus,” ujar Tri Indarti.

Tri Indarti menambahkan resiko penularan terbanyak saat ini, yakni heteroseksual 71% kasus, homoseksual 21%, pengunaan narkoba suntik 4%, dan dari ibu ke bayinya 2%. Sementara golongan umur kasus HIV terbanyak ditemukan pada usia produktif, yakni terbanyak ditemukan di usia 20-29 tahun 38%, usia 30-39 tahun 33%, dan usia 40-49 tahun 16%.

Baca Juga :  Kasus Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar Kembali Bertambah 13 Orang

Memudahkan akses layanan pengobatan, lanjut Tri Indarti, sudah dibentuk layanan perawatan dukungan dan pengobatan (PDP) di seluruh puskesmas dan rumah sakit swasta di Kota Denpasar. Untuk layanan HIV di Kota Denpasar, yakni layanan tes HIV (VCT) terdapat 33 unit, layanan pengobatan HIV (CST) 32 unit, layanan pemeriksaan dan pengobatan IMS (31 unit), layanan pencegahan HIV dari ibu ke anak (4 unit), layanan alat suntik steril (3 unit) dan layanan methadone (1 unit). Selalu ingat datang ke tempat layanan melakukan pengambilan obat dan pemeriksaan secara rutin, minum obat secara teratur dan tepat waktu. ”Jangan sampai putus obat, berani terbuka kepada pasangan (suami atau istri), sehingga mencegah penularan kepada pasangan, menjaga pasangan dan keluarga supaya terhindar dari penularan HIV dan AIDS, jangan menstigma diri sendiri secara berlebihan, serta berperilaku hisup sehat,” ajaknya. (pas)

Shares: