Nasional

Peringatan Hari Kartini 2026, Ny. Seniasih Giri Prasta Dorong Partisipasi Perempuan di Berbagai Bidang
Diterbitkan: 22 April 2026, 05:58

BADUNG, FORUMKEADILANBali.com – Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, mengajak warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Kerobokan untuk tetap bersemangat dan tidak putus asa.

”Sekalipun kalian sedang menjalankan konsekuensi atas kesalahan di masa lalu, dan saat ini berada dalam pembinaan, jangan pernah putus asa atau larut dalam kesedihan berkepanjangan. Gunakanlah waktu ini sebaik-baiknya merenungi kesalahan dan berjanji pada diri sendiri untuk tidak mengulanginya,” kata Ny. Seniasih saat menghadiri Sosialisasi Peningkatan Partisipasi Perempuan di Bidang Politik, Hukum, Sosial, dan Ekonomi dalam rangkaian Peringatan Hari Kartini Tahun 2026 di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Selasa (21/4/2026).

Ia menambahkan, setiap orang pernah melakukan kesalahan, namun kesalahan tersebut tidak boleh diulangi. ”Mari kita perbaiki diri, karena ada keluarga yang menunggu kehadiran kita di tengah mereka. Momentum Hari Kartini ini mengingatkan kita pada perjuangan R.A. Kartini sebagai pelopor emansipasi perempuan menuju kesetaraan gender. Penghargaan terhadap martabat dan peran perempuan harus terus diperjuangkan,” ujarnya.

Ny. Seniasih Giri Prasta menekankan perempuan harus mampu meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan, kecerdasan, keberanian, dan pengembangan keahlian secara berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerja sama dengan Forum PUSPA Provinsi Bali serta pemangku kepentingan terkait memfasilitasi pelatihan sanggul dan makeup bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Kerobokan. Pelatihan ini diharapkan dapat memberdayakan warga binaan dengan membekali keterampilan yang bermanfaat, sehingga ketika kembali ke tengah keluarga dan masyarakat, mereka mampu berkontribusi secara positif.

Pengarusutamaan gender di Provinsi Bali merupakan upaya untuk memastikan bahwa perspektif gender diperhatikan dan diintegrasikan dalam berbagai kebijakan serta program pembangunan. Hal ini sejalan dengan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2024 tentang Pengarusutamaan Gender, khususnya Pasal 18, yang menyebutkan bahwa pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) dilakukan melalui berbagai program dan kegiatan, di antaranya pemberdayaan perempuan di bidang politik, hukum, sosial, budaya, dan ekonomi.

Baca Juga :  Gubernur Koster Ground Breaking Pasar Rakyat Tematik Wisata Semarapura

Pelaksanaan Peraturan Daerah tersebut juga sejalan dengan visi dan misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali serta arah kebijakan pembangunan Bali lima tahun ke depan (2025–2030), salah satunya berfokus pada pemberdayaan perempuan, anak, dan kelompok marginal. Program ini diwujudkan melalui edukasi dan sosialisasi perlindungan perempuan, anak, dan kelompok marginal berbasis desa adat, serta pengembangan Akademi Perempuan Bali untuk mempercepat peningkatan kapasitas perempuan dalam bidang politik, kepemimpinan, kewirausahaan, parenting, kesehatan mental, dan keahlian lainnya.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali, A.A. Sagung Mas Dwipayani, menyampaikan semangat Kartini adalah semangat terus bergerak, belajar, berdaya, dan berkontribusi. Melalui momentum ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, lembaga masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar pemberdayaan perempuan dapat memberikan dampak nyata.

Ia mengajak seluruh perempuan tetap percaya diri, terus mengasah kemampuan, dan berani bermimpi. Perempuan yang berpendidikan, terampil, dan mandiri akan menjadi kekuatan besar bagi keluarga serta kemajuan daerah dan bangsa.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, Decky Nurmansyah, menyampaikan kehadiran Ketua PUSPA memberikan semangat, perhatian, dan penguatan emosional bagi warga binaan yang tengah menjalani masa pembinaan, jauh dari keluarga.

Melalui pelatihan sanggul dan makeup ini, diharapkan para warga binaan memperoleh bekal keterampilan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Warga binaan mencapai 258 orang, diharapkan mereka mampu menjadi warga negara yang baik, jujur, serta memiliki kemampuan untuk berkontribusi positif bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. (fkb/pas)

Shares: