DENPASAR, FORUMKEADILANBALI.com –Meningkatkan peran serta dan bukti eksistensi kemampuan akademik sekaligus memperingati Hari Kartini 2026, Peguyuban Guru Besar Perempuan LLDIKTI Wilayah VIII menggelar pertemuan di Kampus Universita Ngurah Rai Denpasar, Sabtu (18/4/2026).
Sekretaris Peguyuban Prof. Dr. Ida Ayu Made Sri Widiastuti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan sejumlah guru besar perempuan hadir dalam pertemuan tersebut, yakni Prof. Dr. Ni Putu Tirka Widanti, M.M., M.Hum., yang juga ketua Paguyuban, Prof. Dr. I Gusti Ayu Suasthi dari Unhi, Prof. Luh Suriati dari Unwar, Prof. Anak Agung Ayu Dian Andriyani dari Unmas serta Prof. Ida Ayu Yadnyawati dari Unhi. ”Mereka berasal dari beragam latar belakang bidang keilmuan,” ungkap Prof. Widiastuti yang juga Sekretaris BAN-PDM Bali ini.
Lebih lanjut Prof. Dayu Widia menjelaskan, pertemuan dikaitkan perayaan Hari Kartini dijadikan momentum bagi guru besar perempuan tergabung dalam paguyuban ini memperkuat peran perempuan akademisi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kontribusi nyata bagi masyarakat. ”Kita sepakat pertemuan ini akan menjadi momentum bagi akademisi perempan untuk menunjukan kiprah sesuai dengan kompetensi dan keahliannya,” kata Widiastuti guru besar Jurusan Bahasa Inggris FKIP Universitas Mahasaraswati- Denpasar ini.
Ia menjelaskan, paguyuban Guru Besar Perempuan LLDIKTI Wilayah VIII merupakan wadah yang menghimpun para profesor perempuan dari berbagai perguruan tinggi swasta di wilayah Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Organisasi ini diketuai Prof. Dr. Ni Putu Tirka Widanti, M.M., M.Hum., (Universitas Ngurah Rai) didampingi sekretaris Prof. Dr. Ida Ayu Made Sri Widiastuti, S.Pd., M.Pd., M.Hum., (Universitas Mahasaraswati Denpasar). ”Sejak didirikan, paguyuban ini memiliki tujuan utama mendorong sinergi lintas perguruan tinggi dalam bidang riset dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat jejaring akademik perempuan di tingkat regional,” paparnya.
Lebih lanjut diungkapkan, ada sejumlah isu penting dibahas dalam pertemuan di Universitas Ngurah Rai tersebut, diantaranya peluang kolaborasi riset lintas disiplin, mulai dari pengembangan teknologi tepat guna, inovasi pendidikan, hingga solusi berbasis sains untuk menjawab tantangan sosial di wilayah LLDIKTI VIII. Selain itu, agenda pengabdian kepada masyarakat juga menjadi fokus utama, dengan penekanan pada program pemberdayaan perempuan, peningkatan literasi digital, serta penguatan ekonomi berbasis komunitas. ”Kita berharap kolaborasi lintas perguruan tinggi mampu menghasilkan dampak lebih luas dan berkelanjutan,” tegasnya seraya menambahan hasil pertemuan tersebut tidak hanya sekadar ajang silaturahmi akademik, tetapi juga mempertegas komitmen para guru besar perempuan dalam berkontribusi aktif terhadap kemajuan IPTEK dan pembangunan bangsa.
Terkait pelaksanaan pertemuan dikaitkan dengan semangat Hari Kartini, Prof. Widiatuti mengatakan semangat Raden Ajeng Kartini menginspirasi perjuangan perempuan Indonesia menjadi landasan moral dalam memperkuat peran strategis perempuan di dunia akademik. ”Kita berharap melalui semangat emansipasi yang digerakkan oleh RA Kartini ke depan, Paguyuban Guru Besar Perempuan LLDIKTI Wilayah VIII diharapkan terus menjadi motor penggerak kolaborasi inovatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” tandasnyua. (jel)

