BANGLI, FORUMKEADILANBali.com –Meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di “Bumi Bhukti Mukti Bhakti”, Dewan Pendidikan Kabupaten Bangli menggelar acara laporan dan evaluasi kegiatan Dewan Pendidikan Kabupaten Bangli 2025 dibuka Sekda Bangli I Dewa Bagus Riana Putra, mewakili Bupati Bangli, di Gedung Bhukti Mukti Bhakti, Kantor Bupati Bangli, Rabu (17/12/2025).
Acara dipimpin Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bangli Prof. Dr. I Made Arya Utama dihadiri jajaran pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari Kepala Disdikpora Kabupaten Bangli, Asisten II Setda Bangli, Anggota Dewan Pendidikan, hingga pengawas dari Disdikpora dan Kantor Kemenag Bangli.
Turut hadir Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD dan MKKS SMP se-Kabupaten Bangli, seluruh kepala SD dan SMP se-Kabupaten Bangli, pengurus Gerakan Pramuka Kwarcab Bangli, serta tim peneliti LPPM UHN I Gusti Bagus Sugriwa dan tokoh pendidikan setempat.
Dalam laporannya, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bangli masa bhakti 2022-2027 yang juga guru besar Ilmu Hukum Universitas Udayana, Prof. Dr. I Made Arya Utama menekankan peningkatan mutu pelayanan di Kabupaten Bangli harus melibatkan kolaborasi semua stakeholder pendidikan, dan Dewan Pendidikan hadir sebagai salah satu mitra pemerintah daerah. Selain sebagai representasi keterlibatan masyarakat dalam melahirkan kebijakan-kebijakan strategis dalam program pemajuan pendidikan di Kabupaten Bangli. “Kami ingin memastikan setiap program yang dijalankan memberikan dampak nyata bagi siswa dan tenaga pendidik. Melalui evaluasi ini, kita bisa melihat sejauh mana sinergi antara kebijakan pemerintah dengan implementasi di sekolah-sekolah, terutama dalam menghadapi era digitalisasi pendidikan,” ujar Prof. Arya.
Sekda Bangli I Dewa Bagus Riana Putra menekankan sektor pendidikan merupakan prioritas utama dalam pembangunan daerah. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada Dewan Pendidikan atas dedikasinya dalam mengawal kualitas belajar-mengajar.
Menurutnya, pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah dan sekolah, tapi kolaborasi kolektif. Kehadiran seluruh kepala sekolah, pengawas hingga tokoh pendidikan membuktikan komitmen bersama. ”Saya berharap hasil evaluasi ini melahirkan rekomendasi strategis untuk mengatasi masalah disparitas kualitas pendidikan antarwilayah di Bangli, ucap Sekda Bangli,’’ harapnya.
Ditambahkannya pendidikan bukan sekadar program pembangunan, melainkan investasi strategis terbesar untuk masa depan daerah. Sinergi antara pemerintah, Dewan Pendidikan, dan seluruh stakeholder kunci utama menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di Bangli. ”Kita berkomitmen membangun Generasi Emas Bangli, pemuda yang cerdas secara intelektual, adaptif teknologi, namun tetap berakar pada kearifan lokal Bali. Setiap kebijakan pendidikan harus berfokus pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) demi memperkuat daya saing dan kesejahteraan masyarakat Bangli.’’ jelas Riana Putra.
Acara ditutup dengan sesi diskusi dan pemaparan hasil temuan lapangan dari Dewan Pendidikan diharapkan menjadi acuan penyusunan program kerja Disdikpora Bangli pada tahun mendatang. (fkb/pas)

