BANGL, FORUMKEADILANBali.com – Salah satu kendala dihadapi para siswa khususnya di sejumlah wilayah Kecamatan Kintamani sarana transportasi umum. Dengan topografi wilayah berbukit, jalan berkelok dan tikungan tajam tidak ada angkutan umum beroperasi. Kondisi seperti ini menjadi salah satu penyebab anak-anak usia sekolah tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Bermula dari kondisi itulah, SMP Negeri 7 Kintamani berlokasi di Desa Sukawana, Kintamani membuat terobosan dengan meminjamkan sepeda motor kepada siswa yang benar-benar memiliki niat untuk melanjutkan pendidikan, namun terkendala sarana transportasi. ”Program peduli kasih ini telah berjalan dua tahun. Kami berhasil menyelamatkan beberapa anak dari putus sekolah,” ujar Kepala SMPN 7 Kintamani Moh. Ali, S.Pd., M.Pd., saat dihubungi Kamis (23/4/2026)
Ia menjelaskan, ihwal program ini bermula ketika guru bimbingan dan konseling (BK) melakukan kunjungan rumah ke salah seorang peserta didik. Kunjungan ini dilakukan setelah guru menemukan indikasi jika siswa ini sering terlambat ke sekolah bahkan sering tidak hadir ke sekolah. Padahal, siswa ini memiliki kemampuan cukup. ”Kondisi ini memantik keingintahuan guru BK kami berkunjung ke rumah siswa tersebut. Benar, setelah melakukan kunjungan, selain siswa ini berasal dari Desa Subaya lokasinya cukup jauh dari sekolah, juga berasal dari keluarga kurang mampu,” kata Moh. Ali seraya menambahkan, saat itu berangkat ke sekolah yang bersangkutan dibonceng temannya yang memiliki sepeda motor.
Moh. Ali menyampaikan seiring berjalannya waktu, teman yang sering memboncengnya ke sekolah menyelesaikan pendidikan di SMPN 7 Kintamani. Akhirnya, siswa tadi kehilangan teman yang sebelumnya membonceng ke sekolah. ”Kondisi ini membuat anak itu kesulitan berangkat ke sekolah. Bahkan, nyaris putus sekolah gara-gara tidak tersedia alat transportasi,” jelasnya.
Setelah melakukan kunjungan ke rumah, lanjut Moh. Ali, pihak sekolah melakukan rapat melibatkan seluruh guru. Karena keinginan siswa tersebut sangat tinggi melanjutkan dan menyelesaikan pendidikan di jenjang SMP, maka sekolah berinisiatif menggalang dana untuk membantu siswa tersebut. Yang membanggakan, salah seorang guru di sekolah teresebut akhirnya menghibahkan sebuah sepeda motor kepada sekolah selanjutnya akan dipinjamkan kepada siswa tersebut. ”Niat baik ini kami terima dengan baik. Setelah dilakukan perbaikan terhadap sepeda motor tersebut, akhirnya dengan ijin orang tua siswa dipercayai menggunakan sepeda motor berangkat dan pulang sekolah,” tegas Moh. Ali seraya menjelaskan inovasi diambil itu ternyata berdampak pada nasib siswa tersebut dan hingga kini bisa belajar dengan tenang tanpa harus memikirkan alat transportasi.
Program peduli kasih ini, tambah Moh. Ali, bukan saja memberikan manfaat kepada siswa, namun berdampak pada tumbuhnya sikap empati warga sekolah lainnya. Hal ini terbukti, tahun 2026 ini salah seorang staf SMPN 7 Kintamani juga menghibahkan sebuah sepeda motor. Rencananya sepeda motor ini akan dipinjamkan kepada siswa yang benar-benar membutuhkan serta memiliki motivasi tinggi belajar dan menamatkan pendidikannya. ”Sepeda motor pertama kini digunakan adik siswa yang menggunakan sebelumnya. Karena yang bersangkutan telah menyelesaikan pendidikan di SMPN 7 KIntamani. Sepeda motor yang satunya akan kita prioritaskan pada siswa yang memenuhi syarat,” ucapnya.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bangli menyambut baik inovasi yang diambil SMPN 7 Kintamani. Selama ini, peserta didik di SMPN 7 Kintamani selain berasal dari Desa Sukawana, juga berasal dari sejumlah wilayah secara geografis terkendala sarana transportasi. Salah satunya Desa Subaya. Di desa ini sebelumnya berdiri SMPN Satu Atap, namun akhirnya bubar karena keterbatasan sumber daya khusunya guru. Siswa akhirnya dipindahkan ke SMPN 7 Kintamani secara geografis jaraknya paling memungkinkan. ”Sebuah inovasi yang baik membantu anak-anak agar tidak putus sekolah,” ungkap Sekretaris Dikpora Bangli I Ketut Darmaja dalam salah satu kesempatan. (jel)

