Nasional

Siap Tampil di PKB XLVIII, Sanggar Gita Bandana Praja Denpasar Sajikan Karya Legendaris Maestro Seni I Wayan Beratha  
Diterbitkan: 18 Mei 2026, 18:04

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Sanggar Seni Gita Bandana Praja, Kota Denpasar memastikan kesiapannya tampil sebagai duta Kota Denpasar pada kesenian legendaris serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII 2026. Hal tersebut terungkap saat pembinaan oleh Tim Konsultan Seni Kota Denpasar digelar di Jaba Pura Puri Agung Satria, Denpasar, Minggu (17/5/2026).

Hadir pada kesempatan tersebut, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Panglingsir Puri Agung Denpasar, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya dan A.A Istri Paramita Dewi, Anggota DPRD Kota Denpasar I Ketut Suteja Kumara, instansi terkait serta undangan lainya.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara memberikan apresiasi terhadap komitmen Sanggar Gita Bandana Praja melestarikan kesenian legendaris. Hal ini menjadi keunikan tersendiri, karena PKB bukan hanya menjadi ruang kreativitas, melainkan menjadi wahana pelestarian kesenian legendaris. “Pelestarian dan penguatan seni, dan karya-karya legendaris beserta seka gong legendarisnya kembali diorbitkan. Ini menjadi daya tarik bagi penampilan seni duta Kota Denpasar,” ujar Jaya Negara.

Jaya Negara berharap Seka Gong Legendaris Duta Kota Denpasar dapat tampil terbaik pada PKB XLVIII mendatang. Ia berharap kehadiran seka gong legendaris dapat menjadi literasi seni positif terhadap generasi muda dan kelestarian seni itu sendiri. “Semoga upaya pelestarian dan penguatan seni budaya di Kota Denpasar dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, dan harapan kami sekehe gong legendaris ini dapat tampil optimal di PKB nanti,” ujarnya.

Konsultan Seni Kota Denpasar, I Komang Astita memberikan apresiasi atas komitmen Seka Gong Legendaris diwakili Sanggar Gita Bandana Praja. Materi dibawakan, keseluruhan karya maestro seni Kota Denpasar, I Wayan Bertha. Hal ini menjadi capaian positif, dan karya-karya maestro tetap abadi serta terus menjadi inspirasi. “Secara umum materi yang dibawakan sangat baik dan apik. Namun sisa waktu yang ada menjadi penting terus dioptimalkan, terutama menghadirkan jiwa dari sebuah karya legendaris, sehingga penonton nanti dapat terbawa suasana zaman dahulu,” katanya.

Baca Juga :  <strong>Sekda Adi Arnawa Buka Event Contest Meet UP STT Sanjaya Putra di Penarungan</strong><strong></strong>

Kordinator Sanggar Gita Bandana Praja, I Nyoman Gede Jasa didampingi Tim Pembina I Gede Yudarta, mengatakan persiapan seka telah dilaksanakan sejak penunjukan awal 2026. Hal ini dilaksanakan dengan latihan tabuh, tari dan sendratari. “Persiapan kurang lebih sejak awal tahun, dan setelah pembinaan akan terus kami persiapkan agar lebih matang,” ungkapnya.

Ia menjelaskan materi akan dibawakan seluruhnya karya Maestro Seni Denpasar, I Wayan Beratha, yakni Tabuh Nem Lelambatan Galang Kangin, Tari Kupu-Kupu Tarum dan Sendratari Narakesuma. Selain mengenang sang maestro, penyajian karya ini diharapkan dapat membangkitkan ingatan masyarakat tentang karya-karya legendaris, serta melestarikan karya seni itu sendiri. “Kita khusus menyajikan karya seni legendaris dari Maestro I Wayan Beratha. Kebetulan beliau kelahiran Denpasar, dan ini menjadi momentum melestarikan dan memperkenalkan kembali karya-karya legendaris,” paparnya. (pas)

Shares: