Nasional

Terima Rombongan dari NTB, Ny. Putri Koster Berbagi Pengalaman Majukan Sektor Kerajinan
Diterbitkan: 30 Mei 2026, 07:49 | Diperbarui: 30 Mei 2026, 09:19

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster menerima kunjungan Ketua Dekranasda Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sinta Agathia Iqbal, di arena Pameran IKM Bali Bangkit, Taman Budaya Provinsi Bali, Jumat (29/5/2026).

Mengawali pertemuan, Ny. Putri Koster menyampaikan dirinya secara khusus mengundang Ketua Dekranasda NTB kebetulan tengah berada di Pulau Dewata. ”Biasanya bertemu saat menghadiri acara di Jakarta. Mumpung berada di Bali, kita bisa bertemu di sini,” ujarnya.

Pertemuan dengan rombongan dari provinsi tetangga tersebut dimanfaatkan Ny. Putri Koster berbagi pengalaman dalam memajukan sektor kerajinan saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan.

Kepada Sinta Agathia Iqbal, Ny. Putri Koster banyak bercerita mengenai tantangan dihadapi Bali dalam upaya melestarikan dan memajukan sektor kerajinan, khususnya tenun tradisional. Salah satu tantangan besar dihadapi adalah maraknya pemasaran kain tenun bermotif serupa endek yang diproduksi di Troso, Jawa Tengah.

Menurutnya, kondisi tersebut sangat merugikan karen motifnya ditiru, Bali juga menghadapi kelangkaan tenaga penenun. ”Kain produksi Troso dijual dengan harga lebih murah, sehingga semakin sedikit warga Bali tertarik menjadi penenun. Jika dibiarkan, perajin tenun di Bali lambat laun akan berkurang bahkan bisa hilang. Padahal, peminat kain endek sangat banyak,” kata Ny. Putri Koster.

Sejak menjabat sebagai Ketua Dekranasda Bali, Ny. Putri Koster terus berupaya membangkitkan sektor kerajinan, khususnya yang berkaitan dengan wastra Bali. Salah satu program yang digagas adalah Pameran IKM Bali Bangkit. Program diselenggarakan sejak masa pandemi Covid-19 itu bertujuan membantu pelaku UMKM meningkatkan omzet penjualan sekaligus memperluas akses pasar. ”Motto kami adalah produk berkualitas dengan harga pantas. Jadi, produk yang dipasarkan di sini sepenuhnya merupakan hasil karya penenun Bali,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pemkab Klungkung Dorong OPD Tingkatkan Pengelolaan Arsip Sesuai Regulasi

Menyinggung produksi kain di Troso, Ny. Putri Koster berharap terdapat solusi yang dapat memberikan manfaat bagi semua pihak. ”Ini bukan kesalahan saudara-saudara kita di sana. Mari kita cari jalan tengah, misalnya menjadikan Bali sebagai super hub pemasaran kain tenun Nusantara,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dekranasda NTB, Sinta Agathia Iqbal menyampaikan kondisi serupa juga dialami para perajin kain tenun khas daerahnya. Ia sependapat dengan Ibu Putri Koster mengenai pentingnya membangun dialog bersama para pemangku kebijakan di Jawa Tengah untuk mencari solusi saling menguntungkan.

Selain berbagi informasi dan pengalaman, rombongan Dekranasda NTB diajak berkeliling melihat berbagai produk kerajinan yang dipamerkan dalam ajang IKM Bali Bangkit. (fkb/pas)

Shares: