KLUNGKUNG, FORUMKEADILANBali.com – Pemerintah Kabupaten Klungkung terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mewujudkan tata kelola pembangunan daerah yang berkelanjutan. Hal ini ditandai dengan peluncuran secara resmi dua inovasi daerah unggulan, yakni Klungkung KEDAS dan SEGARA RASA oleh Bupati Klungkung I Made Satria di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Kamis (5/11/2026).
Peluncuran inovasi yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) serta Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Klungkung dihadiri Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, jajaran Asisten dan Kepala OPD, Para Camat, Perbekel, tokoh masyarakat, serta pengelola sentra perikanan setempat.
Bupati Satria menegaskan peluncuran inovasi ini bukan sekadar agenda seremonial atau pemenuhan dokumen administratif semata, melainkan komitmen nyata menghadirkan perubahan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Pembangunan daerah harus menyeimbangkan dua hal utama, yaitu meningkatkan produktivitas dan tata kelola ekonomi masyarakat, sekaligus menjaga kualitas lingkungan yang berkelanjutan. ”Saya menginstruksikan seluruh perangkat daerah memberikan dukungan penuh sesuai tugas dan fungsi masing-masing,” tegas Bupati Satria.
Kepala DLHP Kabupaten Klungkung, Dewa Komang Aswin menjelaskan inovasi Klungkung KEDAS dirancang untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang partisipatif berbasis sumber dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat. “Kunci kesuksesan gerakan ini terletak pada optimalnya pemilahan sampah di sumbernya. Dalam Klungkung KEDAS, kami menyiapkan lima program unggulan,” ujar Dewa Aswin.
Ia menjelaskan lima program unggulan tersebut meliputi kemitraan pihak ketiga, kerja sama pengolahan sampah dengan pihak swasta, seperti PT CTBL dan PT Inpac Solutions/PT Bali Bersih Bersinar. Melalui kemitraan ini, kapasitas pengolahan di TOSS Center Karang Dadi kini mencapai 47 ton per hari, melampaui volume sampah masuk rata-rata 38 ton per hari.
Pengelolaan sampah anorganik dan residu terpadu dengan pengangkutan sampah terpilah dari desa ke TOSS Center sebanyak 5–7 ton per hari untuk menekan potensi munculnya TPA liar di tingkat desa. Waste Edukasi lewat sosialisasi pemilahan sampah berbasis sumber menggunakan modul informasi edukatif yang disiapkan untuk masyarakat. Bebas biaya dengan pengangkutan sampah rongsokan/daur ulang Nusa Penida, fasilitas pengangkutan gratis dari Kepulauan Nusa Penida agar harga beli sampah rongsokan dapat bersaing dengan wilayah Klungkung daratan.
Penertiban TPA liar lewat langkah edukatif dan edukasi ketertiban untuk mencegah masyarakat membuang dan membakar sampah sembarangan.
Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Klungkung, Ni Luh Made Ariyati memaparkan inovasi SEGARA RASA difokuskan pada optimalisasi dan modernisasi tata kelola Sentra Pemindangan Kusamba. Sebagai pusat ekonomi nelayan dan UMKM pengolah ikan yang didukung 77 bangsal, 6 kios, serta 1 Tempat Penimbangan Ikan (TPI), Sentra Kusamba mengolah rata-rata 5–6 ton ikan per hari untuk didistribusikan ke seluruh Bali. Namun, pengelolaannya selama ini dinilai belum terintegrasi secara maksimal. “Melalui SEGARA RASA, kami melakukan penataan menyeluruh secara bertahap. Jangka pendek, kami meninjau ulang regulasi dan melakukan penyesuaian tarif retribusi TPI yang belum pernah diperbarui sejak tahun 1990,” ungkap Ariyati.
Proses penyusunan Rancangan Peraturan Bupati (Ranperbup) tersebut saat ini tengah memasuki tahap harmonisasi di Biro Hukum Setda Provinsi Bali ditargetkan rampung pertengahan November 2026, sehingga Perbup baru efektif berjalan pada Desember 2026. Selanjutnya, program jangka menengah akan berfokus pada kerja sama lintas stakeholder, disusul pembangunan dashboard sistem informasi SEGARA RASA untuk jangka panjang.
Melalui sinergi kedua inovasi ini, Pemkab Klungkung berharap mampu menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel, sekaligus mewujudkan lingkungan Klungkung yang asri dan seimbang secara ekonomi. (pas)

