Nasional

Wali Kota Jaya Negara: Parade Kesenian Tradisional Momentum Pembinaan dan Pelestarian Seni Budaya di Kota Denpasar
Diterbitkan: 25 Oktober 2026, 17:55

Denpasar Tetapkan Delapan Seka Berpenampilan Terbaik

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Parade Kesenian Tradisional menampilkan Seka Gong Kebyar Wanita, Seka Gong Kebyar Anak-anak, dan Seka Baleganjur mencapai puncaknya digelar di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Sabtu (24/10/2026).

Sebanyak delapan seka ditetapkan sebagai peserta dengan penampilan terbaik. Kategori Gong Kebyar Wanita dan Gong Kebyar Anak-anak, peserta berpenampilan terbaik yakni Seka Gong Wanita Dharma Duta Laksana, Br. Kepisah, Pedungan; Seka Gong Anak Lila Tri Datu, Kelurahan Pemecutan; Seka Gong Anak Sida Gita Karya, Br. Dukuh Mertajati, Sidakarya, serta Seka Gong Anak Ganabala, Br. Semaga, Penatih, Denpasar Timur.

Sementara itu, kategori Baleganjur, peserta berpenampilan terbaik yakni Seka Baleganjur Tegal Jimbar, Desa Adat Panjer; Seka Baleganjur Dharma Astuti, Banjar Pande, Sumerta; Seka Baleganjur Asti Swetha Swara, Desa Adat Sesetan, serta Seka Baleganjur Dwi Tunggal, Br. Menesa, Puseh Pedungan. Denpasar Selatan.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar I Wayan Sutama, serta anggota DPRD Kota Denpasar I Wayan Warka dan Luh Putu Mamas Lestari, turut menyaksikan penampilan para sekehe pada hari kedua sekaligus menyerahkan piagam penghargaan kepada peserta berpenampilan terbaik.

 

Usai penyerahan piagam penghargaan, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan penguatan seni budaya merupakan komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam memberdayakan dan melestarikan potensi seni budaya di perkotaan. Hal ini sejalan dengan visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju. Karena itu, Parade Kesenian Tradisional diharapkan menjadi wadah pembinaan dan pelestarian kesenian tradisional, khususnya seni klasik dan gong kebyar telah berkembang di Kota Denpasar.

Jaya Negara menjelaskan, Pemerintah Kota Denpasar menggelar Parade Kesenian Tradisional sebagai upaya pembinaan, pengembangan, sekaligus pelestarian seni. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk menunjukkan kemampuan teknik tabuh dan mengembangkan kreativitas dalam memainkan Gong Kebyar, sekaligus melestarikan kesenian klasik sesuai dengan pakemnya. Sebagai kota heterogen, parade ini menjadi bagian dari pembinaan untuk mempersiapkan para peserta sebagai duta Kota Denpasar dalam berbagai ajang seni ke depannya. ”Kami bangga melihat anak-anak muda tetap berkreativitas dan tidak kehilangan jati diri. Seluruh peserta menampilkan kemampuan yang luar biasa,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkot Denpasar Serahkan 290 Sertifikat Kompetensi Bidang Kepariwisataan

Jaya Negara mengajak seluruh peserta yang belum berhasil meraih predikat terbaik tidak patah semangat. Mengingat kegiatan serupa akan dilaksanakan berkelanjutan sebagai wadah kreativitas bagi para seniman muda Kota Denpasar. ”Semua seka luar biasa. Bagi seka belum menjadi yang terbaik, jangan patah semangat. Terus belajar dan berlatih karena ke depan masih ada kesempatan untuk berkompetisi. Yang utama menjaga dan melestarikan seni budaya Bali,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, menjelaskan selain menjadi ajang pembinaan dan pelestarian kesenian tradisional dalam mewujudkan kota kreatif menuju Denpasar Maju, kegiatan ini menjadi sarana evaluasi terhadap pelaksanaan pembinaan sekehe Baleganjur di Kota Denpasar.

Kepala Bidang Kesenian, I Wayan Narta menambahkan jumlah peserta Parade Kesenian Tradisional tahun 2026 mencapai 16 seka. Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah unsur, meliputi teknik, seperti gegedig dan tetekep, ide dan gagasan, struktur komposisi yang mencakup pangawit, pangawak, dan pangecet, kreativitas dalam pengembangan musikalitas dan orisinalitas garapan, serta penampilan yang meliputi ekspresi, gerak, dan tabuh.

Mendukung pelaksanaan kegiatan ini, kata Narta, setiap seka gong kebyar anak-anak dan gong kebyar wanita yang tampil diberikan uang pembinaan Rp35 juta. Sementara itu, setiap seka baleganjur tampil memperoleh uang pembinaan Rp25 juta. ”Kegiatan ini wahana untuk mengevaluasi pelaksanaan pembinaan di masyarakat, sekaligus bentuk penyiapan seka atau duta-duta kesenian Kota Denpasar untuk mengikuti berbagai ajang seni, termasuk Pesta Kesenian Bali,” ucapnya. (pas)

Shares: