Nasional

Walikota Jaya Negara dan Wawali Arya Wibawa Kompak Terima Aspirasi BEM se-Kota Denpasar
Diterbitkan: 24 April 2026, 19:01 | Diperbarui: 24 April 2026, 19:02

*Siap Tindaklanjuti Usulan dan Kritik Mahasiswa Sebagai Evaluasi dan Wujudkan Pelayanan Optimal Masyarakat

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menerima aspirasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi se-Kota Denpasar dalam acara bertajuk Dengar Mahasiswa di Graha Sewakadarma Kota Denpasar, Jumat (24/4/2026).

Sesuai dengan judulnya, kegiatan ini untuk mendengarkan keluhan, masukan, saran hingga kritik tajam mahasiswa terhadap Pemerintah Kota Denpasar.

Berdasarkan data undangan, sebanyak 22 BEM Perguruan Tinggi turut diundang. Seluruh peserta diberikan kesempatan luas menyampaikan pendapat, kritik hingga saran untuk kemajuan Kota Denpasar. Tampak hadir Kelompok Ahli Pembangunan Kota Denpasar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Adhi Merta, Kadis DLHK Kota Denpasar Ida Bagus Putra Wirabawa, OPD terkait, Ketua Forum Perbekel/Lurah, I Gede Wijaya Saputra serta Komunitas Eling Ring Pertiwi.

Berbagai isu terkini menjadi bahan diskusi hangat dan mendalam, yakni penanganan sampah, tata ruang perkotaan, banjir, kekerasan seksual hingga transparansi program pemerintah. Tak jarang, silih berganti mahasiswa menyampaikan kritik dan saran untuk berdiskusi langsung dengan Walikota dan Wakil Walikota Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut, BEM Universitas Udayana turut menyerahkan hasil penelitian sekaligus rekomendasi kepada Pemerintah Kota Denpasar.

Presiden BEM Universitas Mahasaraswati, Gede Erawan Kusuma Putra Widana menegaskan persoalan sampah di lingkungan perkotaan menjadi isu mendesak. Ia menilai perhatian tidak boleh hanya terfokus pada sampah semata, melainkan harus mencakup pembenahan tata kelola ruang hingga kini masih memerlukan perbaikan secara menyeluruh. ”Bukan hanya sampah, banyak isu perkotaan menjadi atensi, termasuk banjir, pelecehan seksual hingga tata ruang yang perlu diperbaiki,” ujarnya.

Baca Juga :  Bantu Atasi Inflasi, Dinas PMD Denpasar Tanam Bibit Cabai di Lahan Kantor

Ia menyoroti isu lingkungan masih terdapat berbagai persoalan lain tak kalah penting segera ditangani, seperti keterbukaan informasi publik. “Transparansi menjadi kunci dalam menciptakan tata kelola yang baik, sehingga berbagai kebijakan yang diambil dapat diawasi dan dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat,” katanya.

Hal senada disampaikan, Presiden BEM Univerditas Udayana, I Gusti Agung Ngurah Oka Paramahamsa. Ia menyoroti penanganan sampah menjadi publik isu saat ini. Ia mendorong reformasi kebijakan pengelolaan sampah di lingkungan perkotaan melalui pendekatan sistemik dan transparan. Ditenekankan pentingnya sistem informasi yang terbuka agar seluruh masyarakat dapat memantau alur pengolahan sampah secara real time.

Oka Paramahamsa menginisiasi transformasi tempat pembuangan sampah sementara (TPS) menjadi TPS3R (Reduce, Reuse, Recycle) menggandeng komunitas pecinta lingkungan guna memperkuat partisipasi publik dan edukasi berkelanjutan.

Menurutnya, upaya ini akan diperkuat dengan pengembangan kanal pelaporan dan pengaduan yang responsif, serta pelaksanaan audit terbuka terkait penanganan dan inovasi persampahan di kampus. ”Kami ingin memastikan setiap kebijakan tidak hanya berjalan, tetapi dapat diawasi bersama secara transparan oleh mahasiswa,” ujarnya.

Gung Pram menambahkan BEM Unud akan mendorong pembentukan sentra pengolahan sampah di kampus yang digawangi langsung mahasiswa sebagai pusat inovasi dan praktik nyata pengelolaan lingkungan. ”Ini bukan sekadar program, tetapi gerakan kolektif untuk menciptakan kampus yang berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan apresiasi atas partisipasi BEM se-Kota Denpasar dalam acara Dengar Mahasiswa ini. Forum ini momentum berdiskusi serta menyampaikan kritik dan saran untuk pembangunan Kota Denpasar yang berkelanjutan. “Kami sangat terbuka, dan membuka ruang yang seluas-luasnya bagi mahasiswa menyampaikan kajiannya, kritik serta saran untuk kemajuan Kota Denpasar,” ujar Jaya Negara.

Baca Juga :  Poprov Bali XIV 2025, Denpasar Kembali Pertahankan Gelar Juara Umum Dancesport  

Terkait sampah, Jaya Negara menjelaskan saat ini Pemkot Denpasar terus berjibaku penanganan di hulu. Hal ini dilaksanakan dengan pemilahan sampah, pengolahan berbasis sumber melalui teba moderen dan tong komposter, hingga optimalisasi TPS3R. Sementara di tengah, Pemkot Denpasar juga terus mengoptimalisasi operasional TPST di tiga lokasi. Sedangkan di hilir, pengiriman sampah residu diarahkan menuju TPA Suwung dan cacahan kompos dikirim ke Kawasan Pusat Kebudayaan Bali. “Sampah saat ini kita masih berjibaku, dan peran masyarakat sangat penting pemilahan dan pengolahan berbasis sumber, sembari menunggu operasional PSEL tahun 2027 mendatang,” ucapnya.

Jaya Negara sepakat dan siap menindaklanjuti usulan, saran dan kritik mahasiswa didalam program kerja pemerintah. Hal ini terkait pengawasan tata ruang, penanganan dan antisipasi pelecehan seksual hingga banjir dan keterbukaan informasi publik. “Saran dan masukan mahasiswa sangat kami perlukan, sehingga sinergi dan kolaborasi ini dapat menajamkan program pembangunan di Kota Denpasar memberikan kemanfaatan secara berkelanjutan,” paparnya. (pas)

 

Shares: