DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Puncak Karya Palebon I Gusti Ayu Badri, istri Gubernur Bali periode 1978–1988, Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, sekaligus ibunda Anggota DPD RI Perwakilan Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra berlangsung khidmat pada Redite Pon Wuku Prangbakat, Minggu (13/9/2026).
Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara turut hadir dalam prosesi palebon dengan tingkatan Munggah Tumpang Salu Utama menggunakan Bade Awin/Bade Padma, sebagaimana yang digunakan dalam palebon almarhum sang suami terdahulu.
Sejak pagi, masyarakat dan keluarga tampak mempersiapkan berbagai rangkaian upacara. Prosesi diawali dengan melaspas pamereman, Bade, dan Lembu. Selanjutnya, dilaksanakan tedun layon atau prosesi menurunkan jenazah dari Bale Semanggen menuju Bade Awin/Bade Padma pada pukul 12.05 Wita.
Iring-iringan palebon diawali dengan uperengga, kemudian tirta dan saji di depan. Pada bagian akhir iring-iringan tampak Gayod, Baris Ketekok Jago, Lembu Putih, dan Bade Awin/Bade Padma. Seluruh rangkaian pelebon turut diiringi Gambelan Gambang, Baleganjur Ngarap, dan Angklung.
Dalam suasana cuaca cerah, iring-iringan bergerak dari Jalan Tjok Agung Tresna menuju Jalan Merdeka dan selanjutnya menuju Setra Desa Adat Tanjung Bungkak lokasi pelaksanaan upacara. Setelah rangkaian plebon selesai, upacara dilanjutkan dengan prosesi nganyut ke Segara Sanur.
Pengrajeg Karya yang juga Anggota DPD RI, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, di sela-sela upacara menyampaikan seluruh persiapan telah dilaksanakan bermuara pada puncak upacara hari ini. Ia menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian upacara dapat berjalan dengan lancar. ”Kami bersyukur upakara ibunda dapat berjalan dengan lancar. Kami mengucapkan terima kasih atas doa dan bantuan semua pihak yang telah ikut menyukseskan upakara ini. Terima kasih kepada semua pihak,” ucapnya.
Rai Mantra mejelaskan, baik dari sisi Bade yang digunakan maupun tingkatan upacara palebon I Gusti Ayu Badri, disamakan dengan upacara palebon sang suami yang telah lebih dahulu berpulang. Tingkatan upacara yang digunakan yakni Munggah Tumpang Salu Ngewangun. ”Ini tingkatannya Ngewangun. Kami samakan dengan suaminya, Ajik terdahulu. Mudah-mudahan mereka bisa damai di sana,” katanya.
Sementara itu, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan rasa duka cita mendalam atas berpulangnya I Gusti Ayu Badri. Menurutnya, sosok I Gusti Ayu Badri merupakan bagian penting dari perjalanan keluarga besar Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, khususnya dalam mendampingi sang suami yang pernah mengemban amanah sebagai Gubernur Bali periode 1978–1988. ”Atas nama Pemerintah Kota Denpasar dan masyarakat Kota Denpasar, kami menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya I Gusti Ayu Badri. Beliau merupakan sosok selama ini dikenal sebagai pendamping setia Prof. Dr. Ida Bagus Mantra dalam menjalankan pengabdian bagi Bali,” ujarnya.
Jaya Negara juga mengenang I Gusti Ayu Badri sebagai sosok ibu yang telah memberikan keteladanan bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. Ia berharap seluruh amal kebaikan almarhumah mendapat tempat yang baik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan dalam melewati masa duka. ”Semoga almarhumah mendapat tempat yang baik di sisi-Nya dan seluruh keluarga yang ditinggalkan, khususnya keluarga besar Ida Bagus Mantra, diberikan ketabahan dan keikhlasan. Semoga seluruh rangkaian upacara ini berjalan lancar dan menjadi jalan bagi almarhumah menuju kedamaian,” harapnya.
Puncak Karya Palebon dipuput empat sulinggih. Prosesi Atetangi Ngewisik, Pralina Pering, Ngardi Tirta Pengarep, hingga Melaspas Pemereman pada pagi hari dipuput Ida Pedanda Gede Ketut Peling. Selanjutnya, prosesi Nedunin Layon dipuput Ida Pedanda Gede Buruan dan prosesi Nedunin Layon di Setra dipuput Ida Pedanda Gede Suyasa. Prosesi Ngereka Puspa dipuput Ida Pedanda Gede Suyasa dan Ida Pedanda Jelantik Oyo. Sementara itu, prosesi Nganyut ke Segara dan Pesucian di Merajan Griya dipuput Ida Pedanda Gede Ketut Peling.
I Gusti Ayu Badri mengembuskan napas terakhir di RS Bros, Denpasar, Bali, pada Sabtu (5/9) sore. Kepergian I Gusti Ayu Badri meninggalkan lima orang anak, yakni Ida Ayu Wijayanti, Ida Bagus Putra Diksotama Mantra, Ida Bagus Oka Udayana (almarhum), Ida Bagus Gde Wirawibawa (almarhum), dan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra. Almarhumah juga meninggalkan 14 orang cucu serta sejumlah cicit. (pas)

