DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com –Kontingen Kota Denpasar memuncaki perolehan medali sementara Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVI 2025 hingga hari ketujuh, Kamis (4/9) menyabet 17 medali emas, 12 perak dan 18 perunggu.
Perhelatan Porprov Bali memasuki hari kedelapan Jumat (5/9) sudah 50 keping medali emas dari 596 emas yang diperebutkan pada multi event olahraga terbesar dua tahunan di Bali ini. Medali yang sudah dibagi-bagikan kepada para allet yang berhasil menjadi juara, baik secara perorangan maupun dari nomor tim atau beregu.
Kontingen Ibu Kota Provinsi Bali ini, mendominasi cabor judo setelah mendulang 10 emas sekaligus juara umum cabor tersebut. Emas Denpasar lainnya disumbangkan cabor paralayang, sepak takraw, woodball masing-masing 2 emas dan 1 emas lagi dari cabor futsal.
Di urutan kedua, kontingen Klungkung secara mengejutkan menempel ketat Denpasar dan dalam beberapa hari mengungguli kontingen juara bertahan Badung. Kontingen dikenal dengan kota serombotan itu, mendulang 10 emas, 5 perak dan 6 perunggu. Unggul 4 emas dari raihan kontingen Badung yang baru mengoleksi 6 emas.
10 medali emas Klungkung diperoleh dari cabor paralayang 4 emas sehingga tampil sebagai juara umum cabor tersebut. 3 medali enam lainnya disabet dari cabor judo, Muaythai 2 emas dan woodball 1 emas. Sementara 6 emas Badung dari dominasinya di cabor sepak takraw (4 emas) dan 2 emas dari cabor judo.
Apa yang diraih Klungkung hingga hari ketujuh pertadingan, tentu belum bisa dijadikan jaminan bisa memenuhi target naik peringkat keempat dari peringkat lima, sebagaimana diharapkan Bupati Klungkung I Made Satria saat melepas para atletnya, Minggu (24/8/2025) lalu.
Perlu perjuangan lebih keras lagi yang harus dilakukan para atlet Klungkung untuk merealisasikan harapan Bupati Satria, sebab masih ada sisa 546 medali emas yang akan diperebutkan hingga Porprov XVI ini tuntas pada 16 September mendatang.
Hingga hari ketujuh pertandingan, 9 kontingen sudah meraih medali. Di mana Kontingen Bangli berada di urutan 4 besar merebut 6 emas, 2 perak, 7 perunggu. Buleleng berada di posisi kelima memperoleh 5 emas, 12 perak, 5 perak. Disusul Gianyar (3 emas, 5 perak, 15 perunggu), Karangasem (2 emas, 2 perak, 11 perunggu), Tabanan (1 emas, 1 perak, 1 perunggu). Sedangkan Jembana paceklik medali sejak pertandingan hari pertama, akhirnya pecah telur dengan mendulang 1 medali perak dari cabor paralayang dan 1 perunggu dari sepak takraw. Namun demikian, posisi Jembrana tetap berada di urutan paling buncit. (fkb/pas)

