BANGLI, FORUMKEADILANBali.com – Setelah berlangsung dua tahun, kegiatan Bangli Education Fair tahun ini ditiadakan. Terhapusnya kegiatan yang menjadi ajang pamer krativitas , inovasi, pretasi dan praktik baik bidang pendidikan di sekolah ini ditanggapi beragam para kepala sekolah.
Banyak mengaku bisa sedikit bernafas lega, dan tidak sedikit menyayangkan terhentinya kegiatan ini. Sebelum puncak kegiatan Bangli Education Fair, diawali pelaksanaan sejumlah kegiatan kompetisi baik untuk para tenaga pendidikan maupun untuk satuan pendidikan.
Puncak kegiatan diisi pameran pendidikan diikuti masing-masing sekolah secara mandiri atau beberapa sekolah tergabung dalam satu stand pameran. Sekolah harus menyiapkan sejumlah dana untuk mempersiapkan kegiatan tersebut. Bagi sekolah kecil ini dirasakan cukup membebani. Sedangkan sekolah sudah besar, tidak terlalu merepotkan. Kegiatan ini bisa dijadikan ajang untuk saling bertukar informasi tentang prestasi, dan praktik baik di sekolah masing-masing.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdkpora Bangli, I,B Maharta, S.T., ketika dimintai konfoirmasinya menyebutkan tahun ini kegiatan pameran pendidikan menyambut Hari Pendidikan Nasional sekaligus hari jadi Kota Bangli hanya diisi sekolah jenjang SMA dan SMK. Sedangkan jenjang SD, dan SMP hanya dilibatkan dalam pentas tari kolosal. ”Tahun ini pameran tidak diikuti sekolah jenjang SD dan SMP. Itu hasil kesepakatan dengan panitia HUT Kota Bangli,” kata Maharta tanpa mau menjelaskan latar belakang keputusan tersebut dengan alasan bukan menjadi kewenangannya.
Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Bangli, Komang Pariartha. Ia menyebutkan tahun ini rangkaian peringatan Hardiknas dan hari jadi Kota Bangli Disdkpora Bangli hanya terlibat dalam sejumlah kegiatan yakni, melukis untuk anak PAUD, lomba literasi, serta pentas budaya dalam bentuk tari kolosal. ”Kita hanya mengikuti tiga kegiatan itu,” tegas Pariartha tanpa menjelaskan lebih rinci.
Informasi yang dikumpulkan dari sejumlah sumber menyebutkan, tidak terlaksananya kegiatan Bangli Education Fair tahun ini kemungkinan disebabkan oleh program efesiensi yang dicanangkan oleh pemerintah. Salah satu program efesiensi adalah dengan perayaan hari ulang tahun dilakukan dengan sederhana.
Sebagaimana diketahui, tahun-tahun sebelumnya jelang perayaan Hardiknas dan hari jadi Kota Bangli sekolah di Bangli khususnya mulai jenjang PAUD, SD dan SMP intent mempersiapkan diri untuk mengikuti sejumlah kegiatan. Mulai dari beragam lomba, hingga menyediakan materi pameran yang biasanya dilakukan di alun-alun Kota Bangli.
Program ini selain dirasakan memberikan manfaat bagi sekolah untuk terus meningkatkan prestasi baik akademik maupun non-akademik, juga menjadi ajang tukar informasi program antar sekolah. Puncak kegiatan Bangli Education Fair dirangkai dengan Hari Jadi Kota Bangli biasanya diisi penyerahan hadiah langsung oleh Bupati Bangli kepada sekolah terbaik bidang inovasi, maupun Kinerja. (jel)

