Nasional

Festival Semarapura ke-8 Ditutup, Bupati Klungkung Komitmen Lestarikan Budaya dan Penguatan Ekonomi Rakyat
Diterbitkan: 2 Mei 2026, 06:58 | Diperbarui: 2 Mei 2026, 07:03

KLUNGKUNG, FORUMKEADILANBali.com – Bupati Klungkung, I Made Satria, secara resmi menutup rangkaian Festival Semarapura ke-8 tahun 2026 digelar di panggung utama depan Monumen Ida Dewa Agung Jambe, Jumat (1/5/2026).

Penutupan festival berlangsung meriah dihadiri jajaran Forkopimda, perangkat daerah terkait, seniman, pelaku UMKM, serta masyarakat luas.

Bupati Satria menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan festival. Ia menegaskan Festival Semarapura tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi sarana strategis dalam pelestarian budaya, promosi pariwisata, serta penguatan ekonomi kreatif masyarakat. ”Melalui festival ini, kita tidak hanya merayakan seni dan budaya, tetapi menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Kehadiran pengunjung dari berbagai daerah, bahkan mancanegara, memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Bupati Satria mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan serta memperkuat identitas daerah melalui dukungan terhadap produk dan budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.

FOTO BERSAMA – Bupati Klungkung, I Made Satria foto Bersama Wabup Tjokorda Gde Surya Putra, dan Ida Dalem Semara Putra usai menutup rangkaian Festival Semarapura ke-8 tahun 2026 digelar di panggung utama depan Monumen Ida Dewa Agung Jambe, Jumat (1/5/2026). (foto : humas)

Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Klungkung melalui inovasi program ”Bapak Keren” (Bantuan Pembiayaan Iuran Jaminan Sosial Pekerja Rentan). Program ini tercatat telah memberikan perlindungan kepada sebanyak 8.685 pekerja rentan periode Desember 2025 hingga Maret 2026, sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Plt. Kadis Pariwisata I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya melaporkan kegiatan digelar selama 4 hari diikuti 130 peserta pameran terdiri dari UMKM, kuliner, BUMN, perbankan dan instansi Pemerintah.

Baca Juga :  Pemkot Denpasar Apresiasi Pengukuhan Pengurus PHDI Desa/Kelurahan se-Kota Denpasar

Ia menjelaskan, jumlah pengunjung tercatat 152 orang WNA dan sekitar 67 ribu warga lokal. Jumlah transaksi mencapai Rp 2 miliar lebih. Selama pelaksanaan festival, berbagai kegiatan turut memeriahkan agenda tahunan ini, di antaranya pameran UMKM dan kuliner, job fair, pertunjukan gong kebyar anak dan wanita, drama gong, Genjek Manduang, pemilihan Jegeg Bagus Klungkung, pameran, lomba ogoh-ogoh mini dan nyurat lontar, hingga kontes sepeda motor. ”Antusiasme pengunjung cukup tinggi menegaskan Festival Semarapura salah satu agenda unggulan daerah,’’ katanya.

Malam puncak penutupan semakin semarak dengan penampilan apik dari band lokal Bali, Lolot dan Triple X berhasil menghibur ribuan penonton memadati area panggung utama. Serta mampu menambah semarak suasana malam di jantung Kota Semarapura. (pas)

Shares: