Nasional

Ibu Putri Koster Apresiasi Langkah IPB Internasional Wujudkan TPS3R di Lingkungan Kampus
Diterbitkan: 19 Agustus 2025, 22:37

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Palemahan Kedas (PSBS Padas), Ibu Putri Suastini Koster mengapresiasi langkah nyata Institut Pariwisata dan Bisnis (IPB) Internasional dalam penanganan sampah. Langkah nyata itu diwujudkan dengan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah berbasis Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di lingkungan kampus diresmikan, Selasa (19/8/2025).

Ibu Putri Koster menyampaikan terima kasih kepada Rektor IPB Internasional dan Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun telah memprakarsai pembuatan tempat pengelolaan sampah di lingkungan kampus. ”Ini suatu hal menggembirakan dan membahagiakan di tengah keributan soal sampah,” ujarnya.

Ibu Putri Koster yang juga mengetuai TP PKK dan Dekranasda Provinsi Bali mengatakan IPB Internasional adalah kampus pertama memelopori pembuatan tempat pengolahan sampah berbasis 3R. ”Ini bagus, selain mengembangkan kemampuan akademis, anak-anak yang kuliah di sini memperoleh edukasi tentang menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah berbasis sumber,” katanya.

Ia berharap keberadaan TPS3R, pengelolaan sampah berbasis sumber di IPB Internasional berjalan optimal sehingga tidak ada lagi sampah keluar dari lingkungan kampus.

Perempuan multitalenta ini menginformasikan salah satu tugas utama yang diembannya sebagai Duta PSBS Padas melakukan sosialisasi dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menuntaskan persoalan sampah. Ia kembali menyinggung penerapan pola yang salah dalam penanganan sampah di Bali telah berlangsung selama puluhan tahun. ”Sampah dikumpulkan, diangkut, lalu dibuang ke TPA hingga menjadi bom waktu, dan saat ini sudah meledak,” sebutnya.

Menyikapi hal ini, salah satu pendekatan menurutnya paling relevan adalah optimalisasi sistem PSBS. ”Sampah dapur diselesaikan dengan tong komposter, sampah organik dikelola dengan pendekatan teba modern, sedangkan sampah anorganik ditangani oleh pemerintah mulai dari tingkat desa/kelurahan dengan TPS3R dan TPST,” ujarnya.

Baca Juga :  Sekda Adi Arnawa Buka Lomba Burung Berkicau Bali Shanti Cup V

Ia mengingatkan pemanfaatan mesin insinerator di TPST dilakukan hati-hati terlebih dahulu berkoordinasi dengan lembaga yang membidangi lingkungan hidup. Jangan sampai penggunaan insinerator menimbulkan persoalan di bidang kesehatan karena dioksin yang dihasilkan dari proses pembakaran sampah. ”Kita harus hati-hati, cari pola paling tepat dalam penuntasan masalah sampah,” ucapnya.

Apresiasi terhadap keberadaan TPS3R di Kampus IPB Internasional juga diutarakan Ketua BPD PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Menurutnya, langkah penting dan strategis karena IPB menjadi kampus pertama yang memelopori PSBS dengan pembuatan TPS3R di lingkungan kampus. ”Adik-adik lulusan di sini nantinya berkecimpung dalam dunia perhotelan akan memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” ucapnya sembari berharap langkah ini akan diikuti oleh lembaga pendidikan lainnya.

Sementara itu, Rektor IPB Internasional, I Made Sudjana menyampaikan pembangunan TPS3R di kampusnya merupakan bagian dari sumbangsih nyata dalam penanganan masalah sampah. ”Kami tergelitik karena di medsos ramai dibahas tentang rencana penutupan TPA Suwung. Kami ingin berbuat sesuatu yang nyata. Semoga ini menjadi inspirasi bagi kampus lain,” harapnya.

Sudjana menambahkan, TPS3R di Kampus IPB Internasional dilengkapi mesin pengolah sampah plastik berkapasitas 15 kg menghasilkan serbuk untuk diolah menjadi beragam barang kerajinan. TPS3R di kampus ini didukung mesin pencacah sampah organik yang selanjutnya diolah menjadi pupuk dalam bak paralel. Selain itu, IPB Internasional juga memiliki enam tong komposter untuk mengolah sampah dapur dan empat teba modern yang dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik di halaman kampus. (fkb/pas)

Shares: