Kasus Varian Baru Covid-19 di Indonesia Nyaris Naik 100%

FORUM Keadilan Bali – Kasus penyakit akibat virus corona (Covid-19) di Indonesia kembali mengalami kenaikan. Bahkan, jika dilihat rata-rata selama 7 hari, jumlah kasus melejit mendekati 100%.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat ada tambahan 574 kasus. Jumlah tersebut turun dari hari sebelumya 627 kasus, yang merupakan penambahan kasus tertinggi dalam 7 pekan terakhir. Rrata-rata penambahan kasus selama 7 hari hingga Sabtu kemarin tercatat sebanyak 504 kasus, dibandingkan sepekan sebelumnya 262 kasus. Secara persentase, rata-rata penambahan kasus tersebut melejit lebih dari 92%.

Jumlah pasien sembuh dilaporkan sebanyak 347 orang, sementara 3 orang dilaporkan meninggal dunia. Artinya, penambahan kasus baru lebih tinggi ketimbang pasien yang sembuh. Alhasil, jumlah kasus aktif bertambah menjadi 4.538 orang, menjadi yang tertinggi sejak 16 Mei lalu.

DKI Jakarta menjadi penyumbang kasus aktif terbanyak, yakni 2.063 kasus, jauh lebih tinggi dari Jawa Barat di urutan kedua sebanyak 797 kasus. Banten berada di posisi ketiga dengan 340 kasus aktif, Bali dan Jawa Timur melengkapi 5 besar dengan 199 dan 174 kasus aktif.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan, kenaikan kasus tersebut diakibatkan varian baru sudah masuk ke Indonesia. Varian tersebut yakni Omicron BA.4 dan BA.5. Untuk informasi teman-teman itu memng sudah ditemukan di Indonesia kemarin di Bali sudah ada 4 orang terkena BA.4 dan BA.5. ”Kita sekarang sudah monitor karena ini bisa menghindari imunitas vaksin, penyebarannya juga cepat sama seperti varian Omicron,” jelas Budi Gunadi seraya menjelaskan,pihaknya  sudah memastikan penyebab kasus naik pasti adanya varian baru.

Kasus Covid-19 di Indonesia, menurut Budi Gunadi, masih terpantau baik. Penyebabnya adalah angka positivity rate dan transmisi kasus yang dilaporkan rendah.

Baca Juga :   Progres Perbaikan Pura Jagatnatha Denpasar Lampaui Target, Candi Bentar Dikerjakan Paling Lama
 

Sejauh ini, hanya DKI Jakarta yang mencatatkan angka positivity rate pada level 3%. Sementara secara nasional masih dilaporkan berada di 1,1%. “Berhubung imunitasnya masih tinggi, kita lihat kenaikannya kasus masih dalam level yang aman,” jelsnya.

Budi Gunadi menyatakan, pemerintah gencar melakukan vaksinasi. Dalam sepekan, jumlah penduduk yang sudah divaksin dosis 1 bertambah sebanyak 346.016 orang menjadi 200.818.541 orang. Penerima vaksin dosis 2 juga bertambah lebih dari 330 ribu orang menjadi 168,03 juta orang, dan dosis 3 atau booster hingga Sabtu (11/6) kemarin sebanyak 47,45 juta orang, bertambah lebih dari 1 juta orang dari pekan sebelumnya.