Lestarikan Budaya, Bupati Badung Buka Lomba Olahraga Tradisional Majangka dan Ngibing Joged Bumbung

FORUM Keadilan Bali – Perlombaan olahraga tradisional Majangka dan Ngibing Joged Bumbung disponsori Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan Bima Nata dilaksanakan di kediaman pribadi Bupati Badung, Desa Pelaga, Minggu (19/6).

Kehadiran para peserta panco di ajang tersebut memiliki keistimewaan sendiri, dan dibagi dua kelompok umur yaitu usia 40-50 tahun dan 50-60 tahun yang bisa diikuti siapa saja. Lomba ini juga bertepatan hari raya Umanis Kuningan sehingga Bupati Giri Prasta sekaligus mengadakan open house di kediamannya, di Desa Pelaga.

Juara 1 lomba kategori ini msing-masing mendapatkan Rp 5 juta, juara II Rp 3,5 juta, juara III Rp 2,5 juta. Untuk peserta majangka dan ngibing joged bumbung mendapatkan masing-masing Rp 250 ribu. Di akhir kesempatan Bupati Giri Prasta memberikan dana bantuan pribadi kepada penabuh Rp 2,5 juta dan Rp 500 ribu kepada masing-masing penari joged bumbung. Turut hadir anggota DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara, Ketua Persatuan Olahraga Gulat Tangan Indonesia (POGTI) Armwrestling Provinsi Bali IB Putu Sudiarta, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Bupati Giri Prasta menyampaikan terima kasih setulus-tulusnya kepada Bima Nata sebagai sponsor terutama kepada peserta. Karena sudah menjadi sponsor lomba pelestarian tari tradisional tari rakyat ngibing joged bumbung dan olahraga majangka.

Bupati Giri Prasta merasa bangga terhadap tokoh-tokoh berumur di atas 50 tahun turun bersama-sama mengikuti kegiatan ini. Olahraga majangka bukan menunjukkan dan memamerkan kekuatan, tetapi bentuk edukasi terutama generasi milenial, kepada seka teruna, bahwa tingkat kerawanan hidup itu sampai umur 50 tahun. Kalau sudah bisa melampaui umur 50 tahun, astungkara akan bisa lebih kuat lagi. “Kita tunjukkan sudah di atas usia 50 tahun kita masih kuat. Saya tekankan keputusan wasit, juri dan pengawas itu keputusan mutlak. Kejuaraan panco jangan sampai dipakai hal-hal tidak baik atau negative, namun diarahkan ke hal positif. Kita masih saudara dan kita harus junjung tinggi sportivitas. Kita adakan perlombaan ini bagi kawan-kawan yang suka ngegym mau bergabung di olahraga gulat tangan, karena di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa sehat,” ujarnya.

Baca Juga :   Kadus dan Kaling se-Kecamatan Densel Digembleng Sosialiasi Wawasan Kebangsaan